Turunkan Bunga UMKM, OJK Bakal Berikan Insentif ke Perbankan

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 17 Sep 2015 20:43 WIB
ojk
Turunkan Bunga UMKM, OJK Bakal Berikan Insentif ke Perbankan
OJK.ANT/Puspa

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak bisa memerintahkan perbankan untuk menurunkan bunga kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan cara ketentuan pembatasan (capping).

Sebab, capping bunga kredit bertentangan dengan undang-undang (UU) perbankan. Maka dari itu, OJK akan mencari cara lain seperti memberikan insentif dan disinsentif kepada perbankan.

"Kebijakan awal mengacu margin bank, OJK akan melihat margin tiap bank dengan margin bank secara industri," ‎ucap Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis, ketika ditemui di ‎Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Langkah ‎kedua, OJK juga akan melihat dari biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Pada kebijakan ini tidak jauh berbeda dengan kebijakan margin bank. Ketiga, Bank harus memenuhi porsi kredit UMKM. Pada tahun ini total kredit 5 persen, tahun depan 10 persen, hingga akhir 2018 porsi kredit UMKM sebesar 20 persen dari total kredit.

Dari ketiga kebijakan yang ada, insentif yang akan diberikan OJK berupa kelonggaran dalam pembukaan kantor cabang. Dia mengatakan jika satu bank memenuhi semua kebijakan, maka bank tersebut diberikan kelonggaran untuk menambah cabang di luar yang diajukan.

“Dengan cara ini tren bunga kredit UMKM di perbankan akan mengalami penurunan. Sehingga masyarakat bisa memilih suku bunga paling rendah dari tiap perbankan yang ada,” kata dia. 



(SAW)