Kapolsek Kuta Dicopot karena Peras Belasan Turis Australia

Arnoldus Dhae    •    Jumat, 18 Sep 2015 11:28 WIB
pemerasan
Kapolsek Kuta Dicopot karena Peras Belasan Turis Australia
Sejumlah turis asing menikmati suasana Pantai Kuta, Bali, MI - Ramdani

Metrotvnews.com, Denpasar: Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto mencopot Kompol Ida Bagus Deddy Januartha dari jabatan Kapolsek Kuta. Pencopotan Deddy terkait dengan dugaan pemerasan terhadap belasan turis asal Ausralia.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto mengatakan, Deddy kini bertugas di bagian staf Biro Operasional Polda Bali. Deddy masih menunggu pelaksanaan sidang disiplin terkait dugaan tersebut.

"Dia (Deddy) dinonjobkan dulu," kata Hery di Denpasar, Bali, Jumat (18/9/2015).

Hery menegaskan pencopotan Deddy lantaran yang bersangkutan melakukan pelanggaran. Deddy dianggap mencederai semangat reformasi Polri.

"Pencopotan ini terkait dengan dugaan pemerasan itu. Walau dia tidak menerima, tetapi yang bersangkutan adalah Kapolsek sehingga harus bertanggung jawab atas kejadian itu. Makanya, dia dicopot meski hasil keputusan sidangnya belum ada," ujar perwira asal Yogyakarta itu.

Pencopotan Deddy berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolda Bali dengan nomor 1056/IC/2015, Rabu 16 September 2015. Nama Deddy menempati nomor urut satu dalam daftar pencopotan. Sebelumnya, Kapolda telah mencopot tiga perwira lain yaitu Kanit Reskrim AKP Dewa Tagel Wijasa, Panit I Ipda Ngurah Eka Wisada dan Panit Sidik Iptu Astu Sentana.

Beberapa waktu lalu, Deddy membantah tuduhan yang menyebutkan dirinya terlibat memeras 16 turis asal Australia. Namun, hasil pemeriksaan Bidang Propam Polda Bali membuktikan mantan Kasat Reskrim Polres Dompu, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), itu kecipratan uang Rp20 juta. Deddy lalu membagikannya ke delapan anak buahnya dengan jumlah bervariasi.

Kasus pemerasan oleh oknum petugas Polsek Kuta pertama kali mencuat di salah satu media Australia. Diawali dari penggerebekan 16 turis Australia yang sedang menggelar tarian erotis di salah satu vila di Seminyak Kuta,  Februari 2015. Karena takut dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun, mereka pun mengiyakan ketika diminta berdamai dengan membayar US$25.000 atau Rp250 juta. 




(RRN)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA