KPU Diminta Jelaskan Aturan Pendaftaran kembali Calon Kepala Daerah

Amaluddin    •    Jumat, 18 Sep 2015 12:55 WIB
pilkada serentak
KPU Diminta Jelaskan Aturan Pendaftaran kembali Calon Kepala Daerah
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mendesak KPU Pusat menjelaskan PKPU 12/2015 dan Surat Edaran 433 tentang pembukaan kembali pendaftaran pasangan calon yang dianggap multitafsir. Panwaslu Kota Surabaya pun mengaku akan memanggil KPU RI berkaitan sengketa Pilwali Kota Surabaya yang diajukan oleh Koalisi Majapahit pada Senin 14 September 2015 lalu.

"Terkait hal ini, kami juga sudah mengirimkan surat ke KPU RI tanggal 15 September. Minimal KPU RI menjelaskan ke kami sebagai balasan surat," kata Ketua Panwaslu Surabaya, Wahyu Hariyadi, Jumat (18/9/2015).

Menurut Wahyu, hasil kajian klarifikasi dan bukti-bukti masih belum cukup untuk memutuskan penyelesaian sengketa yang diajukan Koalisi Majapahit.

"Makanya KPU RI harus memberikan penjelasan secara tertulis atau datang langsung ke Surabaya," pinta Wahyu.

Menurut Wahyu, sengketa yang diajukan oleh Koalisi Majapahit mengarah pada dugaan regulasi KPU RI tentang pembukaan kembali pendaftaran pasangan calon yang multitafsir. Utamanya, berkaitan dengan keputusan KPU Kota Surabaya mengenai pendaftaran Rasiyo, bakal calon wali kota yang diusung oleh partai Demokrat dan PAN.

Regulasi yang dipermasalahkan oleh Koalisi Majapahit adalah tentang keputusan KPU Kota Surabaya menetapkan pasangan Rasiyo-Dhimam Abror tidak memenuhi syarat dan tidak bisa didaftarkan kembali oleh parpol sesuai pasal 89A PKPU 12/2015.

Sementara dengan keluarnya SE 433/KPU/VIII/2015 dan setelah KPU Kota Surabaya mendapat pelurusan pemahaman dari KPU RI, maka Rasiyo dinyatakan boleh didaftarkan kembali.

"Setelah proses analisa dan kajian kami dlaam dua hari ini, kalau diperlukan nanti kami akan undang KPU RI untuk memberikan penjelasan," pungkasnya.


(RRN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA