Percepat Perizinan, Kemendag Pangkas 38 Izin

Angga Bratadharma    •    Jumat, 18 Sep 2015 13:40 WIB
paket kebijakan ekonomi
Percepat Perizinan, Kemendag Pangkas 38 Izin
Kementerian Perdagangan (Foto: Dokumentasi Setkab)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana memangkas 38 izin dari 134 izin yang dinilai menghambat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan jaminan ketersediaan barang.

"Dengan paket pertama ini, kita diamanatkan menghapus sekitar 38 izin. Dari 38 itu ada empat jenis izin eksportir terdaftar (ET), 21 izin importir terdaftar (IT) dan 13 importir produsen (IP)," kata Ketua Tim Deregulasi Kementerian Perdagangan Alinda, dalam konferensi pers mengenai Paket Deregulasi di Sektor Perdagangan, di Kantor Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015).

Ia menambahkan, rencana pemangkasan izin-izin tersebut akan direalisasikan pihaknya paling lambat dua minggu. Tak hanya tingkat pusat, aku Arlinda, deregulasi itu pun akan terus berlanjut hingga ke peraturan dan perizinan di tingkat daerah.

Untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dalam pelayanan perizinan, tambah Arlinda, telah diperkuat sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang merupakan pelayanan loket elektronik tunggal dalam penyelesaian proses ekspor impor.

"Di situ diterapkan prinsip single submission, single processing, dan single synchronous decision making yang juga akan berlaku dalam kegiatan ekspor impor di kawasan ASEAN," papar dia.

Menurutnya, deregulasi ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi guna melancarkan arus barang dalam rangka ekspor dan impor, distribusi barang dalam negeri dan meningkatkan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing.

"Guna meningkatkan struktur ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional, demi kepentingan masyarakat banyak. Artinya kami diminta melakukan beberapa kebijakan yang harus diregulasi. Ini tahap pertama dan ada tahap selanjutnya," pungkas Arlinda.


(ABD)