Posisi Indonesia Meningkat di Index Pertumbuhan Bisnis Global

Angga Bratadharma    •    Jumat, 18 Sep 2015 13:54 WIB
ekonomi indonesia
Posisi Indonesia Meningkat di Index Pertumbuhan Bisnis Global
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Metrotvnes.com, Jakarta: Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan tenaga kerja yang kuat telah memperkokoh ranking Indonesia dalam Grant Thornton Global Dynamism Index (GDI), survei yang menempatkan pertumbuhan bisnis dari 60 ekonomi terkemuka dunia. Indonesia menempati posisi 40 secara keseluruhan.

"Tingkat pengangguran yang rendah dan pertumbuhan produktifitas tenaga kerja yang signifikan menempatkan Indonesia di urutan ketiga secara global pada area pasar tenaga kerja," ungkap Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Sementara itu, Indonesia berada di ranking delapan pada pertumbahan pasar karena pertumbuhan ekonomi dan konsumsi swasta yang kuat. Namun, Indonesia menempati ranking yang rendah untuk area teknologi (53) dan lingkungan pembiayaan (43). 

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peluang di Indonesia belum sepenuhnya dihargai oleh para pelaku bisnis internasional. Menurut hasil survei Grant Thornton’s International Business Report (IBR), bisnis yang berkembang atau mempertimbangkan untuk berekspansi tidak selalu mengakui keunggulan beroperasi di Indonesia. 

Meskipun tenaga kerja di Indonesia kuat, hanya seperlima (19 persen) menyebutkan ketersediaan pekerja terampil sebagai pendorong utama dalam memilih lokasi, sementara seperempat (25 persen) menyebutkan tenaga kerja murah. Di antara semua alasan yang paling populer untuk memilih Indonesia adalah karena kedekatan dengan rantai pasokan perusahaan (45 persen). 

Johanna menjelaskan, Indonesia memberikan peluang yang menarik di pasar berkembang, dan banyak investor mengenali kesempatan ini. Pebisnis jelas merasa bahwa ada banyak keuntungan untuk melakukan bisnis di Indonesia yang mungkin tidak terungkap di data resmi. 

"Dunia bisnis selalu berubah, dengan realitas di lapangan yang sering mengejutkan pemimpin bisnis ketika mereka mencoba melihat lebih dekat. Guna memaksimalkan potensi pertumbuhan, pemimpin bisnis perlu menyegarkan persepsi mengenai pasar luar negeri sejalan dengan wawasan pasar yang dimiliki. Dengan pendampingan, keputusan yang lebih baik dapat dibuat," pungkasnya.



(ABD)