PK Ditolak MA, Hotasi Nababan: Kemana Lagi Mencari Keadilan

   •    Jumat, 18 Sep 2015 16:04 WIB
hukum
PK Ditolak MA, Hotasi Nababan: Kemana Lagi Mencari Keadilan
Ilustrasi hukum, Ant

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan yang kini mendekam di sel Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Terkait kasus yang menjeratnya, Hotasi menulis buku berjudul 'Hukum Tanpa Takaran'.

Hotasi menjadi terpidana dalam kasus dugaan korupsi penyewaan dua pesawat Merpati. Pada Mei 2014, MA menjatuhkan vonis selama 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta. Berbekal bukti baru, Hotasi dan kuasa hukumnya, Juniver Girsang, mengajukan Peninjauan Kembali. Tapi pada 4 September 2015, MA memutuskan menolak PK Hotasi.

"Kami sekeluarga sangat terkejut dan kecewa. Untuk kesekian kali kami merasa dibenamkan masuk ke lembah yang lebih kelam. Harapan akan kejujuran demi kebebasan serasa hilang. Ketiga hakim tergesa berkumpul sebentar untuk memutuskan hal penting bagi hidup orang, terutama bagi kedua anak kami," tulis Hotasi dalam pengantar bedah buku di Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan, Bandung, seperti diterima Metrotvnews.com, Jumat (18/9/2015).

Hotasi mempertanyakan keadilan dalam perkara tersebut. Menurut Hotasi, dua warga Amerika Serikat (AS) yang mengaku mengambil uang security deposit Merpati telah diseret ke Pengadilan Washington DC. Keduanya telah dipenjara pada Juni 2014.

"Sementara saya diseret oleh kejaksaan bangsa sendiri ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, tapi ternyata tak bersalah. Saya dijebloskan empat tahun ke Sukamiskin," lanjut Hotasi.

Hotasi mempersilakan mahasiswa dan akademisi hukum yang mendatangi acara bedah buku membaca ulang perkaranya. Bila dirinya lalai, Hotasi mempertanyakan apakah itu perbuatan melanggar hukum.

"Padahal kemenangan Merpati di pengadilan AS menunjukkan kami sudah hati-hati," katanya.

Hotasi kecewa dan sedih. Keluarganya pun merasakan demikian.

"Kemana lagi harus mencari keadilan dan kebebasan," ujarnya.

Hotasi memikirkan kondisi psikologis kedua anaknya yang masih membutuhkan perhatian. Ia menilai masa pertumbuhan anak-anaknya direnggut.

"Perjuangan kami sangat berat, karena ini perkara korupsi yang kita semua benci," lanjutnya.

Hotasi tidak putuas asa. Ia mengaku masih memiliki satu-satunya harapan, yaitu Tuhan. Ia merasa rancangan Tuhan jauh lebih baik. Ia berharap kegiatan membedah bukunya dapat menginspirasi setiap orang untuk menghentikan ketidakadilan.


(RRN)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

3 hours Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA