Anggota Geruduk Kantor Disyanjak, Kasatpol PP: Di Luar Kendali Saya

Roni Kurniawan    •    Jumat, 18 Sep 2015 16:09 WIB
satpol pp
Anggota Geruduk Kantor Disyanjak, Kasatpol PP: Di Luar Kendali Saya
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Eddy Marwoto. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Eddy Marwoto menyebut rasa solidaritas yang jadi penyebab anggotanya mengepung Kantor Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) di Jalan Wastukencana, Bandung, Jumat (18/9/2015).

Kendati begitu, Eddy mengaku kegiatan tersebut di luar kendalinya. Sebab, pada pagi harinya, anggota Satpol PP menggelar apel rutin. Tetapi, seusai apel, anggotanya meninggalkan kantor.

"Tadi pagi di luar kendali kami. Setelah apel pagi, mereka tidak lapor, tapi secara spontanitas," kata Eddy kepada wartawan di Kantor Satpol PP, Jalan Martanegara, Kota Bandung, Jawa Barat.

Aksi itu merupakan buntut dari tindakan pegawai Disyanjak berinisial BRN yang menyabetkan benda keras ke leher anggota Satpol PP, yakni Gin Garnadi. Peristiwa itu, menurut Eddy, terjadi pada Kamis sekitar pukul 23.00 WIB, di kawasan Viaduct, Kota Bandung.

Diduga, peristiwa itulah yang memicu ratusan anggota Satpol PP menyerbu kantor Disyanjak di Jalan Wastukencana, jam 09.00 WIB tadi. Dengan mengendarai truk dan sepeda motor, mereka langsung masuk area gedung dan berteriak-teriak.

Mereka mencari-cari pegawai Disyanjak yang melakukan kekerasan. Kondisi ini sempat membuat pegawai Disyanjak panik. Namun, kondisi ini tak berlangsung lama, setelah Eddy turun ke lokasi untuk menarik pasukannya.

Eddy mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Disyanjak. Ia berharap kejadian tersebut tidak diperpanjang dan berbuntut anarkis. Terlebih, lanjutnya, agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dan merugikan negara.

"Alhamdulillah, saya apelkan, saya jelaskan nanti akan diselesaikan dengan pimpinan Disyanjak supaya enggak berdampak, enggak jadi besar," kata Eddy.

Dia mengaku tidak mau antar-SKPD terprovokasi. Seluruh anggota, kata dia, jangan melakukan tindakan anarkis. "Apalagi merusak barang negara di Kantor Disyanjak," imbuhnya.


(SAN)