DPRD Anggap Pemkot Surabaya Aneh bila Bangun Trem

Amaluddin    •    Jumat, 18 Sep 2015 16:47 WIB
transportasi
DPRD Anggap Pemkot Surabaya Aneh bila Bangun Trem
Sebuah trem melintas di Hong Kong, Ant - Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Surabaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menilai tidak tepat bila Pemerintah kota (Pemkot) berencana membangun proyek transportasi massal jenis trem. Sebab, angkutan itu tepat diterapkan di kawasan wisata di kota-kota besar, seperti Hong Kong dan Singapura.

"Ini aneh. Banyak negara yang sudah meninggalkan trem, Surabaya justru mengembangkan trem. Masyarakat sekarang sudah serba cepat. Kemana-mana pengen cepat. Nah, kalau naik trem itu lambat. Saya kira moda transportasi ini kurang tepatlah kalau diterapkan di Surabaya yang lalu lintasnya sudah sangat padat," kata anggota komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey, Jumat (18/9/2015).

Politikus Partai NasDem yang biasa disapa Awey itu menilai Pemkot cenderung memaksa proyek tersebut. Alasannya, kata Awey, proyek itu berbiaya murah dan ditanggung pemerintah pusat.

Awey mencontohkan beberapa negara maju yang sudah lama memiliki angkutan tersebut, seperti Prancis dan Belanda. Warga di dua negara itu memilih trem karena kebiasaan. Sementara warga Surabaya tak terbiasa dengan kendaraan tersebut.

"Bukan hal mudah membuat warga berpindah moda angkutan dari pribadi ke massa. Kalau Pemkot tetap ngotot ingin trem ini diterapkan, maka harus ada kebijakan-kebijakan yang bisa memaksa warga beralih ke trem," terangnya.

Sebenarnya, kata Awey, ada moda transportasi yang lebih tepat untuk Surabaya, misalnya monorail. Tapi, moda transportasi itu membutuhkan biaya yang cukup besar.

Kota sebesar Jakarta, ujar Awey, masih baru merencanakan moda transportasi itu. Sedangkan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand sudah menerapkan monorail.

"Kalau proyek trem dikerjakan serius, maka bisa jadi sia-sia," tandasnya.


(RRN)