Yorrys Bantah Usulan Munaslub Untuk Pecah Golkar

Al Abrar    •    Jumat, 18 Sep 2015 17:11 WIB
golkar
Yorrys Bantah Usulan Munaslub Untuk Pecah Golkar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Agung Laksono, Yorrys Raweyai--Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Yorrys Raweyai membantah usulan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) bakal memecah Partai Golkar menjadi tiga kubu. Munaslub justru untuk mempersatukan partai berlambang pohon beringin itu.

"Itukan orang merasa sebagai kader, tetapi memberi pernyataan yang tidak memahami substansinya. Mereka mengutip sepotong-sepotong dari omongannya saya tentang munas," kata Yorrys di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015).

Yorrys meyakini Munaslub justru untuk mencari solusi terbaik, agar partai dapat sukses dalam Pilkada serentak yang bakal digelar 9 Desember mendatang.

Justru Yoryys menuding yang mengatakan dirinya bakal memecah belah partai tidak memahami substansi, dan ingin dianggap sebagai kader. "Sebenarnya kan kita mencari solusi yang terbaik, nah solusi yang terbaik itu kan munas. kapannya itu kan kita tinggal bicara aja. Kan ada aturannya. Yang penting kita bisa sukses ikut pilkada," ujar dia.

Menurut Yorrys, usulan Munaslub sangat wajar. Sebab untuk menyiapkan sarana dan prasarana bagi 238 calon kepala daerah seperti kampanye, menyiapkan tim sukses, juru kampanye memerlukan dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat.

"Kalau diserahkan kepada dua DPP untuk teknis kemenangan dan konsolidasi 238 itu saya kira sangat sulit, karena dua-duanya secara psikoligis masih ada, Kalau Aburizal, belum tentu yang loyal sama Agung mau, dan begitu sebaliknya," tambah dia.

Bendahara Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie Bambang Soesatyo menolak Munaslub. Dia menuding Yorrys Raweyai mengusulkan Munaslub karena ingin menghancurkan Golkar. "Rupanya kelompok yang ingin menghancurkan Golkar dari dalam belum puas melihat Golkar yang sudah porak poranda saat ini. Ada gelagat mereka ingin memecah belah Golkar kembali menjadi tiga kubu lewat wacana Munaslub Golkar abal-abal akhir-akhir ini," kata Bambang dalam siaran persnya kemarin.

Menurut pria yang kerap disapa Bamsoet ini, Munaslub Golkar belum tepat untuk dijalankan lantaran belum ada putusan inkracht soal kepengurusan Partai Golkar yang sah dari pengadilan. Sejauh ini, kasus dualisme kepengurusan Partai Golkar telah naik ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Bamsoet menilai wacana Munaslub akan melahirkan masalah baru, yang berpotensi membelah Partai Golkar menjadi tiga kubu. Saat ini Golkar telah menjadi dua yakni kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono. Ia meminta kepada seluruh pihak agar dapat menahan diri dengan menunggu putusan dari MA.


(YDH)