BI: Risiko Utang Luar Negeri Swasta Paling Besar

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 18 Sep 2015 17:31 WIB
utang luar negeri
BI: Risiko Utang Luar Negeri Swasta Paling Besar
Bank Indonesia (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai, peningkatan utang luar negeri sektor swasta nonafiliasi dengan jangka pendek disebabkan oleh naiknya loan agreement dan utang dagang. Selain itu, peningkatan tersebut juga mendorong peningkatan risiko utang luar negeri.

"Berdasarkan profilnya, risiko utang luar negeri paling besar berada pada utang luar negeri sektor swasta, terutama untuk utang nonbank bukan afiliasi jangka pendek," ujar Kepala Departemen Statisik BI Hendy Sulistyowati, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015).

Pada Juli 2015, jelas Hendy, posisi utang luar negeri korporasi nonbank non-afiliasi jangka pendek tersebut tercatat sebesar USD14,6 miliar atau 4,8 persen dari total utang luar negeri Indonesia. Meskipun begitu, secara umum BI memandang perkembangan utang luar negeri Juli 2015 masih cukup sehat. Namun, tetap perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian.

"Ke depan, BI akan tetap memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar negeri swasta agar utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memenuhi stabilitas makroekonomi," pungkas dia.

Sebelumnya, BI merilis posisi utang luar negeri pada akhir Juli 2015 mengalami penurunan. Secara nominal, posisi utang luar negeri Juli 2015 mencapai USD303,7 miliar atau turun USD0,6 miliar dibandingkan posisi akhir Juni 2015 yang sebesar USD304,3 miliar.


(ABD)

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

80 Saksi untuk Novanto Telah Diperiksa KPK

25 minutes Ago

KPK juga telah melakukan penggeledahan, penyitaan dan penelusuran aliran dana yang diduga berka…

BERITA LAINNYA