Alasan Pemerintah Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 18 Sep 2015 17:41 WIB
paket kebijakan ekonomi
Alasan Pemerintah Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi
Suasana bincang-bincang media bareng Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi tahap pertama. Namun, hingga lebih dari satu minggu diluncurkan masih banyak masyarakat yang belum memahami apa efektivitas dari kebijakan tersebut.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menjawab hal tersebut dengan menjelaskan bahwa terdapat empat urutan prioritas yang membuat pemerintah akhirnya mengeluarkan paket kebijakan ekonomi tahan pertama. Hal itu juga sejalan untuk menjawab situasi dan kondisi perekonomian yang sekarang ini tengah tidak menentu.

Adapun empat urutan prioritas yang dimaksudkan Darmin, yakni pertama, untuk mendorong ekspor melalui program National Interest Account (NIA) dan mengoptimalkan peran Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI).

"Kenapa ekspor? karena itu langsung berimplikasi pada pemasukkan devisa," kata Darmin, dalam bincang-bincang bersama media, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015), seraya menambahkan dengan penambahan devisa membuat persedian USD dalam negeri semakin bertambah dan bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah

Kedua, untuk mendorong investasi baik investasi dalam negeri maupun investasi asing. Dengan masuknya sejumlah investasi ke Tanah Air maka dana tersebut bisa diputar untuk menggerakkan perekonomian nasional. Ketiga, guna meningkatkan pengeluaran pemerintah. Apalagi, untuk pengeluaran belanja modal yang utamanya digunakan dalam pembangunan infrastruktur.

Keempat, menjaga stabilitas harga utamanya harga pangan yang menjadi faktor penentu pergerakan inflasi. Selain itu, pergerakan inflasi juga dipengaruhi oleh administer price yakni harga BBM dan tarif listrik. Jika inflasi semakin besar akan menurunkan daya beli masyarakat. Akibatnya akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

"Harga-harga jangan sampai meningkat apalagi signifikan. Kalau itu terjadi akan akumulasi dengan kurs. Ujungnya inflasi semakin besar," pungkasnya.



(ABD)