Debu Batu Bara Dongkrak Penderita ISPA di Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 18 Sep 2015 20:12 WIB
polusi udara
Debu Batu Bara Dongkrak Penderita ISPA di Cirebon
Pengurus masjid Al-Akhlaq, Kelurahan Panjunan, Kota Cirebon menunjukkan debu yang mengotori masjid. Foto: MTVN/Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Polusi udara yang dihasilkan debu bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon membuat angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Cirebon naik hingga 11 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon dr Edy Sugiarto. Menurutnya, debu yang dihasilkan dari aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon itu sangat berpengaruh terhadap pernafasan.

“Paparan debu itu berpengaruh terhadap pernafasan. Apalagi debu tersebut penyebarannya tidak terkontrol sehingga mengakibatkan banyak warga yang merasakan dampaknya,” kata Edy, Jumat (18/9/2015).

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Cirebon rutin menyosialisasikan dampak debu batu bara kepada warga. Edy menambahkan, Tim Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang ada di beberapa Puskesmas juga membagikan masker kepada warga.

“Untuk saat ini solusinya adalah penggunaan dan pembagian masker. Namun, langkah yang terbaik adalah penghijauan,” ujar Edy.

Walikota Cirebon Nasrudin Azis mengatakan sudah membentuk tim untuk mengatasi permasalahan ini. Azis juga sudah mengetahui keresahan masyarakat yang terpapar debu batu bara.

Pemerintah Kota Cirebon juga meminta Pelindo untuk segera mencarikan solusi atas permasalahan ini. “Kami sudah membentuk tim yang dipimpin oleh Asisten Daerah untuk melakukan meninjau langsung kondisi polusi batu bara itu,” kata Azis.

Bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon yang dikelola PT Pelindo sudah berlangsung 11 tahun. Selama itu, debu kerap menguar ke warga di sekitar pelabuhan. Saat ini, debu yang menguar semakin banyak dan membuat warga tak bisa beraktivitas seperti biasa.


(UWA)