Menolak Ditilang, Biker Ajukan Gugatan Praperadilan

Deny Irwanto    •    Jumat, 18 Sep 2015 21:45 WIB
praperadilan
Menolak Ditilang, <i>Biker</i> Ajukan Gugatan Praperadilan
Pengendara roda dua ditilang polisi lalu lintas karena melintas di Jalan Raya Thamrin, Jakarta, Minggu (18/1). MI/SUSANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang pengendara sepeda motor bernama Supriadi mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Langkah itu ditempuh lantaran Supriadi merasa penilangan polisi terhadap dirinya tidak sah.

Gugatan praperadilan Supriadi diantarkan kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (18/9/2015) di PN Jakpus. Boyamin menuturkan, alasan pengajuan praperadilan ini lantaran ada upaya penyitaan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik Supriadi oleh petugas kepolisian yang dianggap tidak sah.

“Kan ada istilah penyitaan tidak sah. Jadi ada penggeledahan, penangkapan, penyitaan, penetapan tersangka. Lah kalau ini penyitaan. SIM-nya kan disita," ujar Boyamin usai menyerahkan berkas permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

SIM milik Supriadi disita polisi lantaran melintasi jalan bebas motor di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Boyamin menilai penilangan yang dialami kliennya merupakan bentuk diskriminasi karena hanya pengendara motor dan kendaraan roda tiga yang dilarang melintas di jalur tersebut.

"Merasa tidak sah karena ini aturan diskriminasi. Sama-sama bayar pajak kok masuk jalan itu tidak boleh,” ungkap dia.

Boyamin juga mengkritik penilangan yang dilakukan polisi lalu lintas di kawasan jalan bebas kendaraan roda dua dan tiga itu. Jika berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta, yang berhak menilang hanyalah Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP setempat.

"Kemudian kalau ini Perda milik Provinsi DKI, polisi tidak berhak menilang. Yang berhak menindak itu hanya Dishub dan Satpol PP," tutur Boyamin.

Supriadi ditilang sekitar 1,5 bulan lalu. Padahal sudah ada Perda yang menyatakan kendaraan roda dua dan tiga dilarang melintas sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Pria berusia sekitar 30 tahun itu ditilang di kawasan Bundaran Patung Kuda, Simpang Monas, Jakarta Pusat. Namun Supriadi enggan mengikuti sidang tilang yang sedianya dilakukan sebulan lalu karena menganggap tindakan terhadap dirinya diskriminatif.

 


(OGI)