Pakar Transportasi: Kondisi Angkutan Umum Cerminan Pemimpin Daerah

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 19 Sep 2015 05:40 WIB
angkutan umum
Pakar Transportasi: Kondisi Angkutan Umum Cerminan Pemimpin Daerah
Angkutan umum Kopaja menerobos masuk ke dalam jalur Bus Trans-Jakarta di kawasan Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Jumat (22/11). MI/IMMANUEL ANTONIUS

Metrotvnews.com, Semarang: Pakar Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno berpendapat, kondisi angkutan umum di suatu daerah mencerminkan sosok pemimpin daerah itu. Jika transportasinya bagus, kepala daerahnya bisa dikatakan baik, begitu pula sebaliknya.

"Kalau angkutan (transportasi) umumnya bagus, berarti pemimpin daerahnya bagus. Namun, kalau angkutan umumnya buruk, ya, berarti kepemimpinnya juga buruk," kata Djoko usai diskusi buku bertajuk "Membela Angkutan Umum" karya Pengusaha Transportasi Eka Sari Lorena Soerbakti di Gramedia Jalan Pemuda, Semarang, Jumat (18/9/2015).

Kepala Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata Semarang menjelaskan, di seluruh Indonesia belum ada satu daerah pun yang memiliki kondisi transportasi bagus. Termasuk di Kota Semarang tempat dia berada.

"Sebenarnya, Solo sudah mendekati bagus. Kekurangannya banyak, namun sudah mendekati baik. Karena apa? Perencanaannya cukup bagus dan pemimpinnya juga mau mendengarkan saran dan kritik," jelas dia.

Djoko mencontohkan kondisi transportasi umum di Kota Semarang yang masih jauh dari kata bagus. Kendati sudah ada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang dikonsep sebagai moda transportasi massal.

"Nyatanya, pengguna sepeda motornya juga masih banyak sekali. Anak-anak sekolah berangkat ke sekolah lebih memilih naik sepeda motor ketimbang angkutan umum. Dilarang juga percuma," ucap dia.

Menurut dia, ketersediaan Trans Semarang belum menjangkau sampai permukiman-permukiman baru, apalagi daerah terpencil. Alhasil, Trans Semarang belum bisa menjadi angkutan alternatif yang bisa diakses masyarakat.

"Siswa dilarang pun ke sekolah menggunakan sepeda motor juga tidak akan efektif. Banyak yang kemudian parkir di luar sekolah. Karena apa? Angkutan alternatifnya belum disediakan," tutur dia.

Untuk itu, ia menyarankan Pemerintah Kota Semarang membenahi transportasi massalnya dulu secara baik, mulai kenyamanan, keamanan, sampai akses ke kawasan-kawasan yang terpencil. "Jika angkutan umumnya sudah bagus, tidak dilarang pun siswa akan lebih memilih menggunakan moda transportasi massal. Ini jadi pekerjaan rumah bagi pemimpin Kota Semarang ke depan," pungkas Djoko. (Antara)


(OGI)

Novanto Menghadiri Sidang Perdana

Novanto Menghadiri Sidang Perdana

39 minutes Ago

Novanto tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta pada pukul 09.40 WIB. Ia mengenakan kemeja putih dib…

BERITA LAINNYA