Ada Robot Penghalau Bola di Solo Technopark

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 19 Sep 2015 12:04 WIB
robot
Ada Robot Penghalau Bola di Solo Technopark
Robot penjaga gawang kreasi mahasiswa Jurusan Elektronika dan Instrumen UGM. Foto: MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Surakarta: Robot berpostur 30 sentimeter berdiri tenang. Tak lama kemudian sebuah bola oranye digelindingkan tepat ke arah samping robot tersebut. Si robot lantas dengan cekatan menghalau bola layaknya penjaga gawang. Robot itu kembali berdiri sigap usai menghalau bola.

Inilah robot sepak bola kreasi mahasiswa Jurusan Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA, Universitas Gadjah Mada, yang dipamerkan di Solo Technopark dalam acara lomba roket air.

Salah satu pembuatnya, Jafar Sodiq, mengatakan ada beberapa robot sepak bola yang dimiliki UGM. “Kita punya empat robot sepak bola. Satu sebagai kiper, satu penyerang, dan satu pemain belakang,” ungkapnya saat ditemui di Solo Technopark, Sabtu (19/09/2015).

Tiga robot sepak bola itu diberi nama Alfa, Faro, dan Robi. Robot itu terdiri dari komponen seperti baterai, komputer seukuran kartu, kamera, penggerak, dan sensor. “Cara kerjanya cukup simpel. Untuk kiper, misalnya, dia bekerja dengan menangkap citra dari bola yang kita gelindingkan,” kata Jafar.

Dirancang 2010, robot-robot ini terus dikembangkan. Untuk menciptakan satu robot sepak bola, dana yang dikeluarkan sekitar Rp90 juta. Rencananya robot sepak bola ini mewakili Indonesia di ajang International Robot Contest di Korea Selatan.

Selain robot sepak bola, turut ditampilkan juga quart rotor. Ini adalah pesawat tanpa awak kreasi mahasiswa UGM, Prasetya Aditama. “Alat ini dapat terbang hingga 600 kaki. Regulasi di Indonesia, pesawat tanpa awak tidak boleh melebihi batas ketinggian 150 meter,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jafar bersama teman-temannya mengeluhkan dukungan pemerintah yang minim terhadap dunia penelitian dan robotika.

“Ilmu kita bisa bersaing,tapi mengapa teknologi robot kita masih kalah dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Vietnam? Itu karena pemerintah tak mendukung penuh riset dan penelitian di bidang robotika,” kata Jafar.


(UWA)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA