Universitas Pertahanan Tularkan Persahabatan di Hari Perdamaian Dunia

Wandi Yusuf    •    Senin, 21 Sep 2015 19:14 WIB
perdamaian dunia
Universitas Pertahanan Tularkan Persahabatan di Hari Perdamaian Dunia
Perwakilan Universitas Pertahanan secara simbolis melepas balon tanda perdamaian. Foto-foto: Unhan/Septiawan

Metrotvnews.com, Bogor: Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ikut memperingati hari perdamaian dunia yang diperingati 21 September ini. Unhan berharap di hari perdamaian dunia ini aura damai bisa menguar ke seantero Indonesia.

"Program studi Damai dan Resolusi Konflik (DRK) Unhan mencoba memberikan dorongan dan ikut mempromosikan terciptanya perdamaian dunia melalui komunikasi dan hubungan yang baik melalui persahabatan untuk menebarkan aura perdamaian," kata kepala program studi DRK Unhan, Kolonel Laut Adnan Madjid, usai melepaskan merpati dan ratusan balon sebagai simbol penyebaran perdamaian, di Kampus Unhan, di kompleks Indonesia Peace and Security center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9/2015).

Acara ini dirayakan dengan pembacaan ikrar oleh seluruh peserta dan perenungan perdamaian yang dipimpin dosen Unhan, Ichsan Malik, salah satu penggagas acara peringatan perdamaian.



"Perenungan ini diperlukan untuk mengingat bagaimana konflik telah banyak memakan korban jiwa. Kami berharap peringatan ini bisa menghadirkan perdamaian di seluruh penjuru dunia," kata Ketua Senat program studi DRK Unhan, Bintang Prabowo.

Sebagai puncak dari acara peringatan ini, burung merpati yang merupakan simbol dari perdamaian diterbangkan kemudian diikuti ratusan balon yang diisi pesan dan harapan bagi terwujudnya perdamaian di dunia.

Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merayakan hari perdamaian dunia dengan semangat “Partnerships for Peace, Dignity for All”. Tema yang dipilih PBB menekankan kepada setiap individu di berbagai belahan dunia bekerja sama untuk mencapai perdamaian.



PBB mencanangkan hari perdamaian dunia sejak 1981. Awalnya, peringatan dilakukan setiap Selasa di minggu ketiga September atau bertepatan dengan pelaksanaan sidang Umum PBB. Namun, sejak 2001 PBB memutuskan mengubah peringatan hari itu menjadi 21 September.

Sedangkan prodi DRK yang berada di bawah Fakultas Strategi Pertahanan Unhan secara resmi diluncurkan pada 28 Maret 2012. Pembentukan prodi ini dirasa perlu untuk mengkaji konflik dan damai yang berkembang di Indonesia dan internasional. Kajian konflik dan damai ini sangat dibutuhkan bagi negara–negara dengan tingkat kerawanan konflik yang tinggi, terutama konflik berlatar etnis dan agama.


(UWA)