Rapat Pagu Anggaran 2016, Pratikno Singggung Kenaikan Gaji Presiden

Al Abrar    •    Senin, 21 Sep 2015 23:20 WIB
Rapat Pagu Anggaran 2016, Pratikno Singggung Kenaikan Gaji Presiden
Suasana rapat kerja Komisi II dan tiga Kementerian--Foto:Al Abrar/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi II menggelar rapat kerja dengan tiga kementerian di ruang rapat Komisi II, di Kompleks Parlemen, Senayan DPR, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2015) malam. Rapat ini membahas pagu anggaran 2016 di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Sekretariat Kabinet dan Staf Kepresidenan.

Rapat terbuka tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi II Rambe Kamarul Zaman, didampingi oleh Wakil Ketua Komisi Ahmad Riza Patria dan Lukman Edy. Sementara dari Kemensetneg hadir Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Dalam kesempatan itu, Pratikno menyinggung soal penaikan gaji pokok dan tunjangan presiden. Kata dia, tunjangan dan gaji presiden bukan menjadi prioritas utama pemerintah.

"Jumlah ideal gaji pokok dan tunjangan presiden, belum menjadi prioritas pemerintah," kata Pratikno, di Kompleks Parlemen, Senin malam.

Dia juga tidak memungkiri pembahasan penaikan gaji tersebut sudah dibahas Kemenkeu, Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, belum ada keputusan jadi atau tidaknya usulan tersebut.

"Pernah diwacanakan Kemenkeu, Kemenpan RB, sama BKN. Tapi tidak diambil keputusan," tambah dia.

Pratikno memastikan, Presiden Joko Widodo juga belum memberikan arahan untuk menindaklanjuti wacana tersebut. Terlebih di tengah situasi perekonomian negara yang tengah terpuruk saat ini.

"Tidak ada arahan dari presiden untuk menindaklanjuti hal ini, mengingat kondisi perekonomian yang tidak cukup ramah," pungkas dia.
(AZF)