Wall Street Akhirnya Kembali Rebound

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 22 Sep 2015 08:17 WIB
wall street
Wall Street Akhirnya Kembali <i>Rebound</i>
Aktivitas di bursa saham New York -- AFP PHOTO/TIMOTHY

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat. Wall Street akhirnya rebound dari kerugian pada akhir pekan lalu.

Menguatnya bursa saham ini dengan bantuan dari Apple dan saham keuangan yang mengangkat laju Wall Street. Penurunan saham biotek pun tidak mempengaruhi gerak Wall Street.

Saham perusahaan biotek jatuh setelah calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengatakan dia akan mengumumkan rencana untuk menghentikan harga untuk obat khusus.

Saham Biogen (BIIB.O) turun 5,6 persen menjadi USD297,16 dan saham Gilead melemah 2,5 persen menjadi USD105,74. Sektor kesehatan di S & P melemah 1,4 persen. Adapun saham keuangan bangkit kembali setelah melemah dalam usai keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunganya. Indeks keuangan S & P tercatat naik 1,1 persen.

Reuters melansir, Selasa (22/9/2015), indeks Dow Jones Industrial Average naik 125,61 poin atau 0,77 persen ke 16.510,19, indeks S & P 500 menguat 8,94 poin atau 0,46 persen ke 1.966.97, serta Nasdaq Composite bertambah 1,73 poin atau 0,04 persen ke 4.828,96.

Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di Tiongkok memicu aksi jual tajam di pasar saham global dalam beberapa pekan terakhir dan komentar Fed tentang ekonomi global memperburuk keadaan. Investor kini fokus pada pertemuan Fed berikutnya pada 27-28 Oktober, meskipun beberapa ekonom sekarang bertanya-tanya apakah Fed akan menaikkan suku bunganya di sepanjang tahun ini.

Seperti diketahui, saham Apple terpantau naik 1,6 persen menjadi USD115,21. Saham ini memimpin indeks S & P 500 yang lebih tinggi. The Wall Street Journal melaporkan Apple akan membangun mobil listrik sebagai "komitmen proyek" dan menetapkan tanggal pengiriman targetnya pada 2019.

Sekitar 6,5 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata perdagangan terakhir harian selama 20 hari sebesar 8,3 miliar lembar saham, demikian menurut data Thomson Reuters.


(AHL)