Pengembang Kesulitan Bangun Rumah Susun

   •    Selasa, 22 Sep 2015 12:07 WIB
perumahan
Pengembang Kesulitan Bangun Rumah Susun
Ilustrasi (Antara Foto/Aditya Pradana Putra)

Metrotvnews.com, Semarang: Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan para pengembang perumahan kesulitan membangun ruman susun karena harga jualnya yang tidak sesuai dengan kemampuan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Saat ini upah minimum Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp1,4 juta per bulan. Dengan penghasilan tersebut sulit bagi MBR untuk membayar cicilan setiap bulan," kata Ketua REI Jateng MR Prijanto, seperti dikutip Antara, di Semarang, Selasa (22/9/2015).

Menurut dia, idealnya MBR yang menempati rumah susun milik berpenghasilan Rp4 juta per bulan karena harga satu unit rumah susun milik sekitar Rp200 juta. Dengan gaji di bawah batas ideal tersebut, kalangan MBR di Jawa Tengah lebih memilih untuk membeli rumah sederhana tapak yang harganya di kisaran Rp110 juta per unit.

"Itulah mengapa banyak pengembang di Jawa Tengah yang enggan membangun rumah susun milik. Justru pengembang lebih memilih membangun hunian vertikal untuk kalangan menengah ke atas," katanya.

Sementara itu, jika pemerintah mengimbau para pengembang untuk mulai membangun rumah susun milik seharusnya ada kemudahan yang diperoleh para pengembang, salah satunya pembebasan pajak tanah untuk rumah susun milik. 

"Hingga saat ini Kementerian Keuangan baru membebaskan pajak untuk tanah yang harganya Rp4 juta per m2. Harapan kami untuk tanah dengan harga Rp7,2 juta per m2 juga dapat memperoleh pembebasan pajak," pungkasnya. 


(ABD)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA