Pembangunan Infrastruktur Tidak Cukup dari APBN

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 22 Sep 2015 13:43 WIB
infrastruktur
Pembangunan Infrastruktur Tidak Cukup dari APBN
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Percepatan realisasi proyek investasi infratruktur di Indonesia dinilai teramat sulit dilakukan. Hal itu terjadi lantaran anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mencukupi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengakui anggaran untuk pembangunan infrastruktur membutuhkan dana yang begitu besar. Dalam hal ini, anggaran di APBN tidak cukup besar untuk mengakomodasi pembiayaan tersebut. Dibutuhkan sumber dana lain untuk pembangunan infrastruktur.

"Mengenai pinjaman infrastruktur, ya pasti tidak cukup dari APBN," kata Bambang, usai menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) LPS ke-10, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Bambang mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), di mana sampai dengan 2019 pemerintah membutuhkan dana untuk pembangunan proyek infrastruktur mencapai sekitar Rp5.500 triliun. 

Dari jumlah tersebut, jelas Bambang, anggaran yang dimiliki di APBN hanya mampu menalangi sebanyak seperempatnya. Dari hal itu, Indonesia memang membutuhkan tambahan dana dari sumber lain agar realisasi proyek infrastruktur nasional cepat terealisasi. "Pinjaman diperlukan. Karena APBN tidak cukup," pungkas dia.



(ABD)