Nasib Setya Novanto-Fadli Tunggu Verifikasi Dokumen Lengkap

Meilikhah    •    Selasa, 22 Sep 2015 14:13 WIB
donald trump
Nasib Setya Novanto-Fadli Tunggu Verifikasi Dokumen Lengkap
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Surahman Hidayat dari PKS--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terus melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran kode etik dewan yang dilakukan Setya Novanto, Fadli Zon. Proses penyelidikan tinggal menunggu verifikasi dokumen dinyatakan lengkap oleh tim penyelidik sebelum disidangkan.

"Iya masih dokumen-dokumen perjalanannya itu masih diverifikasi, nanti setelah verifikasi kan disimpulkan, sekarang kerjaannya TA (tim) dan sekretariat, nanti diserahkan ke pimpinan," kata Ketua MKD Surahman Hidayat saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2015).

Surahman menuturkan setelah verifikasi selesai, MKD akan mengundang rapat semua tim untuk menyimpulkan hasil penyelidikan. Kemudian dilanjutkan segera dengan memanggil delegasi DPR yang ikut ke AS untuk disidang.

Namun, Surahman belum dapat memastikan kapan rapat pimpinan akan digelar, pasalnya proses verifikasi dokumen oleh tim dan sekretariat belum selesai. "Belum tahu, bisa segera, bisa juga setelah Idul Adha," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang mengatakan bisa memanggil paksa Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Hal itu dilakukan jika keduanya tidak kooperatif dan memenuhi panggilan MKD terkait laporan pelanggaran kode etik lantaran keduanya ikut kampanye bakal capres Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump.

Junimart juga mengatakan MKD bisa meminta bantuan kepolisian bila keduanya tetap tak kooperatif. Dia mengatakan, tak hanya kedua pimpinan DPR yang akan dipanggil menggunakan kepolisian. Pihaknya akan memaksa saksi-saksi melalui kepolisian. Saksi yang dimaksud adalah pihak Kesetjenan DPR.

"Saat ini kami sedang memanggil para saksi. Tapi upaya itu tidak diindahkan pihak saksi dalam hal ini dari Kesetjenan DPR," katanya, beberapa waktu lalu.
 
Pihaknya juga akan memanggil saksi-saksi dengan kepolisian jika para saksi tidak kooperatif. "Kalau tidak kooperatif dengan alasan apa pun, kami panggil paksa melalui kepolisian," tegas dia.


(YDH)