Kabut Asap Ancam Pelaksanaan Tour de Singkarak 2015

Hilman Haris    •    Selasa, 22 Sep 2015 14:20 WIB
tour de singkarak
Kabut Asap Ancam Pelaksanaan Tour de Singkarak 2015
Pebalap melintasi etape sembilan Tour de Singkarak dengan rute Pesisi Selatan-Padang dengan jarak tempuh 120,5 km di Sumbar, Minggu 15 Juni 2014 (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Padang: Pelaksanaan Tour de Singkarak, 3-11 Oktober 2015 terancam terganggu oleh cuaca. Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Sumatera Barat, memperkirakan kondisi cuaca di Singkarak sudah memasuki musim hujan saat turnamen digelar.

"Minggu pertama Oktober 2015 sudah masuk musim hujan. Jadi perkiraan akan terjadi hujan pada waktu itu," kata Analis Cuaca BMKG Ketaping Neli Elvira di Padang, Selasa.

Cuaca bukan satu-satunya problem yang bakal dihadapi pihak panitia. Ada indikasi turnamen juga bakal terganggu oleh kabut asap. 

"BMKG tidak dapat memastikan apakah saat pelaksanaan TdS ada kabut asap. Pasalnya selama ini kabut asap yang menyelimuti Sumbar merupakan kiriman dari Riau, Jambi dan Sumatera Selatan," ujar Neli.

"Andai titik panas di daerah asal kebakaran telah padam, kabut asap akan berkurang dan hilang. Namun jika belum, kabut asap sudah pasti akan mengganggu TdS." 

"Kabut asap akan tetap ada walau di Sumbar turun hujan. Intinya, kebakaran harus reda terlebih dahulu. Hujan akan membuat kabut asap hilang sebentar."

"Buktinya dua hari terakhir Padang turun hujan. Namun asap kembali muncul karena api di sumbernya belum hilang," Neli menambahkan.

Kabut asap membuat jarak pandang jadi berkurang serta bisa merusak pernapasan. Hal ini tentunya bakal mengganggu aktivitas atlet selama lomba. Jika kabut asap masih pekat, ada indikasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf)  Sumbar akan mengundur waktu pelaksanaan TdS. 

"Saya berharap kabut asal sudah hilang pada akhir September 2015. Pelaksanaan TdS bisa terkendala jika kabut asap masih pekat. TdS 2015 bisa diundur andai  kabut asap masih saja menyelimuti hingga hari pelaksanaan.  Diundurnya satu atau dua minggu paling lama. Tetapi itu adalah opsi terakhir karena kegiatan ini sudah terjadwal dan peserta telah mengkonfirmasi sesuai jadwal itu," tutup Kepala Disparekraf Sumbar, Buharsman. (ANT)


(HIL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

11 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA