Tahun Depan, Penggunaan Biodiesel Pertamina & PLN Naik

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 22 Sep 2015 16:46 WIB
biofuel
Tahun Depan, Penggunaan Biodiesel Pertamina & PLN Naik
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah akan menaikkan mandat penggunaan biodisel untuk campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar pada PT Pertamina (Persero) menjadi 20 persen dan PT PLN (Persero) menjadi 30 persen di 2016. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan di 2015 ini.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan, pada tahun ini mandat yang diberikan yakni masing-masing 15 persen untuk Pertamina dan 25 persen untuk PLN yang akan mulai diberlakukan Oktober. Nantinya dengan adanya penambahan itu kebutuhan biodiesel kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan sebanyak 5,14 juta kiloliter (kl) dan satu juta kl.  

"Untuk Pertamina sendiri tahun ini perseroan akan menyerap biodiesel petani 330 ribu kl setiap bulan. Sedangkan tahun depan kita akan serap 5,14 juta kl biodiesel selama setahun ke depan. Kita juga akan menyalurkannya ke industri dan PT PLN," kata Dwi, usai Rakor Biodiesel, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015). 

Sementara, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, PLN sudah membeli biodiesel dari Pertamina sebesar 150 ribu kl sampai akhir Agustus 2015 dari total target penyerapan 266 ribu kl pada tahun ini. Itu artinya, sambung dia, perseroan masih harus membeli 100 ribu kl lagi hingga akhir 2015. 

"Kita sepakat penyerapan biodiesel kurang lebih satu juta kl dengan mandat 30 persen. Kita akan beli langsung dari Pertamina, sehingga harga tandan buah segar dari petani perlahan-lahan merangkak naik," terang dia. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Bayu Krisnamurthi menambahkan, pihaknya akan memberi dukungan dana sawit untuk membayar selisih harga antara biodiesel dan Mean of Platts Singapore (MOPS) Solar kepada PLN, bukan hanya untuk keperluan subsidi (PSO).

"Biodisel 25 persen yang diserap PLN, selisih harga biodiesel akan didukung dana sawit. Dengan perubahan ini, dukungan dana untuk selisih harga MOPS dan indeks biodiesel tahun ini sebesar Rp2,5 triliun. Itu dana yang akan diberikan BPDP Sawit," pungkas Bayu. 


(ABD)