Ayo Kunjungi Kebun Binatang!

Tak Mudah Menjadi Penjaga Kandang TSTJ tapi Mereka Mencintainya

Pythag Kurniati    •    Selasa, 22 Sep 2015 17:50 WIB
kebun binatang
Tak Mudah Menjadi Penjaga Kandang TSTJ tapi Mereka Mencintainya
Asep mencintai pekerjaannya sebagai penjaga kandang gajah di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, MTVN - Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Lelaki 41 tahun tersebut mendekati kandang singa afrika dengan tenang. Tak berselang lama ia memanggil sebuah nama. "Dwii…," panggilnya. Tak disangka si singa langsung terbangun dari tidur dan menghampirinya. Seperti telah mengenal Agus Parwanto lama, singa yang dipanggil Dwi pun menjulurkan tangannya.

Agus Parwanto, ayah satu anak tersebut mengaku telah menjadi keeper atau penjaga kandang harimau di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah, sejak 15 tahun lalu. Selama itu pula, ia merawat enam harimau di TSTJ Surakarta. Membersihkan kandang dan memberi mereka pakan merupakan pekerjaan sehari-hari Agus.

"Singa Afrika ini namanya Dwi Yanto, usianya baru 3 tahun," tutur Agus memperkenalkan si singa, Selasa (22/09/2015). 

Agus mengatakan di TSTJ terdapat enam ekor harimau yang terdiri dari empat harimau Sumatera, satu macan tutul dan seekor singa Afrika. Masing-masing, menurut Agus memiliki nama. Keempat harimau Sumatera lahir di TSTJ, satu macan tutul, ungkap Agus turun dari gunung dan satu ekor singa Afrika merupakan satwa pertukaran dari Kebun Binatang Taman Rekreasi Margasatwa Sulingmas (TRMS) Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menjadi penjaga kandang harimau bukan hal yang mudah. Beberapa kali tangannya terkena cakar hingga sobek. 

"Yang ini dulu sampai harus dijahit empat jahitan," ungkapnya sambil menunjukkan beberapa bekas luka di punggung tangannya. 

Biasanya, kata Agus harimau tersebut bereaksi saat Agus hendak membersihkan kandangnya. Tapi bagi Agus, hal tersebut merupakan bagian dari risiko profesinya. Agus yang juga pernah menjadi penjaga kandang primata juga pernah terkena gigitan dari primata ketika memberi pakan.

Selain Agus, ada pula Asep Undang. Lelaki kelahiran Ciamis, 19 Januari 1971 tersebut telah puluhan tahun menjaga kandang gajah di TSTJ. 

"Di sini ada tiga ekor gajah. Satu jantan, satu betina dan anaknya yang bernama Manohara," ungkap Asep.

Asep bahkan telah menjadi penjaga sejak Manohara belum dilahirkan. Setiap pagi Asep datang pukul tujuh pagi. Ia membersihkan kandang, memandikan gajah, dan memberi mereka makanan. Seringkali, Asep harus menghadapi risiko sebagai penjaga kandang gajah. 

"Kadang waktu mau dibawa jalan-jalan suka marah, kadang lari dan mengeluarkan suara," tutur Asep. 

Meski harus menghadapi hal-hal tersebut, Asep mengatakan telanjur mencintai pekerjaannya. Asep dan Agus mengaku mendapat upah untuk pekerjaannya. Besarannya sesuai upah minimum di Kota Solo.

TSTJ memiliki 263 populasi satwa yang terbagi dalam 54 jenis. Satwa-satwa di TSTJ tersebut dirawat oleh 16 keeper atau penjaga kandang.


(RRN)