Korban Keracunan Makanan di Bandung jadi 139 Orang, Satu Tewas

Roni Kurniawan    •    Selasa, 22 Sep 2015 17:51 WIB
keracunan makanan
Korban Keracunan Makanan di Bandung jadi 139 Orang, Satu Tewas
Ilustrasi keracunan makanan. (MI/Abdul Syukur)

Metrotvnews.com, Bandung: Jumlah korban keracunan makanan hidangan acara hajatan khitanan bertambah menjadi 139 orang. Bahkan salah satu di antaranya meninggal dunia, yakni Asep Ruhiyat, 52, warga asal Sindangsari RT 05 RW 04, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Hari ini laporannya sudah 139 orang dan satu orang meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara saat dihubungi, Selasa (22/9/2014).

(Baca: Puluhan Orang di Cipadung Kulon Bandung Keracunan Makanan)

Diakui Ahyani, penambahan jumlah korban tersebut sesuai dengan yang diprediksikan. Pasalnya, menurut laporan yang ia terima, ratusan warga menyantap hidangan makanan tersebut. Selain itu, Ahyani pun langsung memerintahkan bawahannya untuk membuat posko kesehatan yang ditempatkan di lokasi yang lebih dekat dengan warga.

"Kita ada posko medis, silahkan melaporkan. Intinya warga jangan panik. Waspada boleh, tapi panik jangan. Bila terjadi gejala-gejala, segera datang ke posko yang sudah disediakan," tuturnya.

Lebih lanjut, Ahyani mengatakan, untuk warga yang melaporkan akan ditangani langsung. Selain itu, saat ini warga tidak hanya dirujuk ke RSUD Ujungberung dikarenakan kapasitas rumah sakit tersebut sudah melampaui batas.

"Karena di RSUD sudah penuh, warga bisa datang ke Rumah Sakit Al-Islam dan Rumah Sakit Santo Yusup. Tapi warga jangan datang sendiri, harus melalui rujukan dari posko," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ahyani mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan uji laboratorium terhadap sumber makanan yang disantap warga saat hajatan pada Minggu 20 September. Hingga saat ini, Dinkes pun masih menunggu hasil uji laboratorium tersebut.

"Hasil lab-nya itu bisa diketahui 10 hari dari kemarin," cetusnya.

Sambil menunggu hasil lab tersebut, Dinkes pun saat ini terus melakukan penanganan terhadap warga yang masih mengeluhkan rasa sakit serta membuktikan sumber makanan penyebab keracunan.


(SAN)