Premi Asuransi Jiwa Tetap Melonjak di Tengah Perlambatan Ekonomi

   •    Selasa, 22 Sep 2015 17:56 WIB
asuransi
Premi Asuransi Jiwa Tetap Melonjak di Tengah Perlambatan Ekonomi
AAJI. ANTARA FOTO/HO

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Asuransi Indonesia (DAI) mengungkapkan premi asuransi jiwa trennya meningkat di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang cenderung melemah.

Menurut Direktur Eksekutif DAI Togar Pasaribu, pertumbuhan premi asuransi jiwa itu tidak goyah meskipun perekonomian sedang mengalami guncangan. Karena dalam kondisi apa pun, asuransi dibutuhkan oleh masyarakat.

“Termasuk dalam kondisi perekonomian yang melambat seperti ini. Sebagai contoh, soal kesehatan.
Dalam kondisi perekonomian tumbuh tinggi maupun melemah seperti saat ini, orang yang sakit perlu berobat. Sehingga asuransi kesehatan tetap diperlukan," katanya seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Berdasarkan data AAJI, jumlah tertanggung individu asuransi jiwa sampai kuartal kedua tahun ini  mencapai 16,60 juta, meningkat dibandingkan dengan jumlah tertanggung  individu per kuartal
kedua 2014 yang 11,30 juta orang.

"Kenaikan signifikan 46,9 persen ini menunjukkan bahwa asuransi jiwa sudah merupakan suatu kebutuhan bagi seseorang untuk perlindungan atau proteksi diri," katanya.

Bahkan, tambahnya, data AAJI mengenai kinerja asuransi jiwa di semester pertama 2015 menunjukkan bahwa pertumbuhan total pendapatan premi asuransi jiwa mencapai 26,6 persen, meningkat dari Rp53,58 triliun di periode yang sama di 2014 menjadi sebesar Rp67,8 triliun.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Adi Pramana, kebutuhan proteksi itu tidak mengenal kondisi perekonomian suatu negara karena yang namanya risiko dapat terjadi kapan pun, dimana pun dan bisa menimpa kepada siapa pun tanpa pandang bulu.

"Asuransi itu sangat penting dimiliki untuk berjaga-jaga dari berbagai risiko yang mungkin terjadi," tegasnya.

Dia memberikan contoh, peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram yang menewaskan sejumlah jamaah calon haji, termasuk dari Indonesia. 

"Para korban dari Indonesia yang meninggal pada kecelakaan tersebut mendapat santunan dari perusahaan asuransi syariah," tukas dia.

Ia menyebutkan, produk yang mereka beli adalah asuransi jiwa dan kecelakaan diri untuk jamaah haji. Produk ini memberikan memberikan perlindungan bagi jemaah haji dan petugas haji atas risiko meninggal dunia karena sebab sakit atau kecelakaan serta risiko cacat tetap total dan sebagian.

"Masa perlindungan asuransi berlaku sejak jemaah haji atau petugas meninggalkan rumah menuju embarkasi, selama dalam perjalanan ke tanah suci sampai kembali lagi ke rumah.  Jadi, asuransi itu sangat penting dimiliki untuk berjaga-jaga dari berbagai risiko yang mungkin terjadi," katanya.








(SAW)