Selewengkan DOM Rp8 M, Jero Memakai untuk Pijit Hingga Beli Sesaji

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 22 Sep 2015 18:03 WIB
jero wacik
Selewengkan DOM Rp8 M, Jero Memakai untuk Pijit Hingga Beli Sesaji
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (22/9/2015).--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata sekaligus mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik didakwa merugikan negara Rp8 miliar. Menurut Jaksa Penuntut Umum Jero telah menyelewengkan Dana Operasional Menteri (DOM).

"Secara melawan hukum terdakwa Jero Wacik meminta Dana Operasional Menteri (DOM) untuk diberikan secara langsung kepada terdakwa. Kemudian menggunakan DOM tersebut untuk keperluan pribadi dan keluarganya tanpa didukung bukti pertanggungjawaban belanja yang sah untuk memperoleh pembayaran," kata Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi Dody Sukmono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2015).

Menurut jaksa, tindakan itu bertentangan dengan Keputusan Presiden No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN. DOM seharusnya digunakan sebagai operasional menteri, bukan keperluan pribadi dan keluarga.

"Yaitu memperkaya diri sendiri sejumlah Rp7.337.528.802 dan keluarga terdakwa sebanyak Rp1.071.088.347. Sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp8.408.617.149," ujar Jaksa.

DOM disediakan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Untuk alokasi anggaran DOM setiap tahun, Jero Wacik menunjuk Pejabat Pelaksana Anggaran pada Satker Sekretariat Jenderal Kemenbudpar.

Sekjen Kemenbudpar Wardyatmo kemudian membentuk tim pengelola kegiatan operasional menteri. Jero, menurut jaksa, juga menunjuk Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan (Menteri) pada Biro Umum Setjen Kemenbudpar Luh Ayu Rusminingsih sebagai bendahara untuk mengurus DOM.

Jaksa memaparkan, Luh lalu memerintahkan Kasubag TU Menteri Siti Alfiah untuk mengajukan permintaan uang muka DOM sesuai permintaan Jero. Setelah anggaran dicarikan, Luh menyerahkan sebagian uang DOM secara langsung kepada Jero.

"Seharusnya, uang DOM tersebut digunakan untuk pembayaran kepada pihak ketiga atau kebutuhan operasional menteri. Tetapi terdakwa meminta dan menerimanya langsung secara tunai dengan menandatangani kwitansi penerimaan uang. Sedangkan sisanya dikelola oleh Luh Ayu Rusminingsih untuk operasional kegiatan menteri setiap bulan," terang Jaksa.

Setelah menerima DOM, Jero menggunakannya untuk keperluan pribadi. Luh mencatat setiap penggunaan DOM Jaro: pembelian BBM, transport/operasional ajudan menteri, operasional menteri yang dikelola TU menteri, pembelian bunga, operasional menteri yang diterima menteri, pembayaran biaya komunikasi/telepon, pembelian souvenir dan cuci cetak foto, honorarium bagi pengelola DOM dan perjalanan dinas staf dan pendampingan perjalanan menteri.

Pada tahun anggaran 2008, alokasi DOM yang didapat Jero Wacik adalah Rp300 juta setiap bulan. Setahun jumlahnya mencapai Rp3,6 miliar dalam setahun. Namun, DOM yang dicairkan sebanyak Rp2.113.416.302.

"Uang DOM yang digunakan untuk keperluan pribadi keluarga terdakwa Rp583.821.400. Untuk uang yang dipakai terdakwa, Luh Ayu Rusminingsih, Siti Alfiah dan Murniyati Suklani membuat pertangungjawaban DOM yang tidak menunjukkan keadaan sebenarnya, yaitu biaya perjalanan dinas sejumlah Rp571.121.400 dan pembelian bunga Rp12,7 juta," ujar Jaksa.

Pada tahun anggaran 2009, alokasi DOM Rp3,6 miliar, dicairkan DOM Rp1.387.850.000. "Uang untuk keperluan terdakwa sejumlah Rp169.200.000. Untuk menyamarkan, Luh Ayu dan Siti Alfiah menunjukkan pembelian bunga sejumlah Rp161.100.000 dan pembayaran telepon dan lain-lain sejumlah Rp8.100.000," ungkap Jaksa.

Sementara, pada tahun anggaran 2010 Jero mendapat alokasi DOM sebesar Rp3,6 miliar. DOM yang dicairkan sebanyak Rp1.956.200.000. "Uang untuk keperluan pribadi terdakwa mencapai Rp252.746.434. Namun Luh Ayu dan Siti Alfiah membuat laporan pertanggungjawaban untuk pembelian bunga sejumlah Rp206.800.000 dan pembayaran telepon dan lain-lain sejumlah Rp45.956.434," kata Jaksa.

Pada tahun anggaran 2011, alokasi DOM Jero Rp3,6 miliar. DOM yang dicairkan sesuai kwitansi yang ditandatangani Jero sejumlah Rp1.880.062.500. "DOM yang digunakan untuk keperluan pribadi keluarga sejumlah Rp65.320.513. Sedangkan Luh Ayu dan Siti Alfiah membuat laporan yang tidak sebenarnya yaitu untuk pembelian bunga sejumlah Rp39.102.800 dan pembayaran telepon dan lain-lain Rp26.217.713," papar Jaksa.

Selain menggunakan uang DOM 2008-2011, Jero juga meminta Luh Ayu agar memperhatikan keperluan keluarganya. Alhasil, Luh Ayu menggunakan sebagian uang DOM yang dikelola selama periode 2008-2011 untuk membayar biaya keperluan keluarga Jero seperti pijat refleksi, potong rambut dan salon, transportasi panggil petugas medis dan laboratorium, transportasi dan pembelian makanan untuk keluarga terdakwa di kantor, transportasi untuk mengambil makanan diet Jero, makan malam untuk staf dan ajudan yang lembur, transportasi mengantar berkas ke kediaman Jero yang ketinggalan, pembayaran kartu kredit ANZ atas nama Jero, membeli peralatan persembayangan/sesaji dan keperluan keluarga menteri lainnya.

Keperluan itu tidak dilengkapi dengan bukti-bukti pendukung. Luh Ayu Rusminingsih, Siti Alfiah dan Muniyati Suklani kemudian membuat bukti-bukti pertanggungjawaban pengguaan uang DOM tidak sesuai fakta sebenarnya. Antara lain berupa biaya perjalanan dinas, biaya protokol, operasional menteri melalui ajudan menteri dan pembelian bunga hanya sebagai formalitas kelengkapan dokumen.

Pada Oktober 2011, Jero memerintahkan Luh Ayu Rusminingsih untuk memusnahkan seluruh bukti pertanggungjawaban DOM yang dipegang atau disimpan Siti Alfiah. Luh pun menyampaikannya kepada Siti Alfiah.

Menurut Jaksa, Jero menyelewengkan DOM mulai tahun anggaran 2008-2011 yang memperkaya diri Jero Rp7.337.528.802 dan keluarga Jero Rp1.071.088.347. Hal itu mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp8.408.617.148 dari jumlah kerugian keuangan negara seluruhnya Rp10.597.611.831.

Dalam dakwaan kesatu ini, Jero diancam pidana dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat (1) KUHP.


(MBM)

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

20 minutes Ago

Rencananya, Deisti akan diperiksa, besok, Senin, 20 November 2017.

BERITA LAINNYA