Adhi Karya: Proyek LRT Butuh Dana Rp26 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 22 Sep 2015 19:01 WIB
adhi karya
Adhi Karya: Proyek LRT Butuh Dana Rp26 Triliun
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah melakukan penghitungan mengenai besaran proyek Light Rail Transit (LRT) dua tahap. Proyek itu diperkirakan akan memakan dana sebesar Rp26 triliun. 

Direktur Utama Adhi ‎Karya Kiswodarmawan mengungkapkan, sekarang ini pihaknya bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah duduk bersama untuk menghitung semua besaran nilai pengerjaan LRT dua tahap. Paling tidak, dalam jangka waktu tiga bulan penghitungan nilai proyek LRT sudah didapatkan.

"Tiga bulan, negara inginnya efisien. Waktu itu belum ditambah tugas Bogor dan Grogol itu kurang lebih Rp12 triliun sampai Dukuh Atas," kata Kiswo, ketika ditemui usai RUPSLB perseroan, di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur II Adhi Karya BEP Adji Satmoko menyebutkan, proyek LRT tahap pertama akan diambil alih langsung oleh perseroan. Meski ada potensi penambahan dan pengurangan namun perseroan akan mengikuti semua perintah yang diarahkan oleh pemerintah terkait LRT ini.

"Hormati penugasan. Peraturan Presiden (Perpres) jatuh ke Adhi. Bahkan, bisa ditambah kalau penambahan jalur, kayaknya ada. Belum semua, orang selatan belum dapat fasilitas, Timur juga ada.‎ Desember sudah dapat nilainya," sebut dia. 
‎ 
Sebagai informasi, pembangunan LRT dilakukan secara bertahap dengan total lintasan sepanjang 83,6 kilometer (km) yang terdiri dari tiga lintas pelayanan. Tahap I, meliputi layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas, dengan 18 stasiun dan panjang 42,1 km. Tahap II, Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 km.


(ABD)