Ada 2 Potensi Konflik di Pilkada Tangsel

Arga sumantri    •    Selasa, 22 Sep 2015 19:26 WIB
pilkada serentak
Ada 2 Potensi Konflik di Pilkada Tangsel
Kampanye bersama Pilkada Kota Tangerang Selatan,--Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Tangerang: Perhelatan Pilkada Kota Tangerang Selatan, dinilai rawan konflik. Pofesionalisme KPU dan Panwaskada serta keamanan para penyelenggara Pilkada Tangerang Selatan jadi poin yang dinilai rentan terjadi di Tangerang Selatan.

"Tangsel paling rawan konflik pada poin profesionalisme penyelenggara dan juga kondisi keamanan si penyelenggara," kata Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Eka Satya Laksana, saat ditemui di Diskusi Publik Peran Organisasi Kepemudaan (OKP) Mengawal Pilkada di Kecamatan Serpong Utara, Selasa (22/9/2015).

Secara keseluruhan, setidaknya Bawaslu meneliti ada lima hal yang jadi tolak ukur potensi kerawanan konflik Pilkada di setiap daerah. Sehingga, kata Eka, pembekalan di segala aspek bagi para pengawas pemilu dinilai penting diberikan sejak dini.

"Makanya, kami beri penguatan pada pengawas, baik dari aspek kapasitas ataupun pembekalan terhadap kemungkinan adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan sejak dini," tambah Eka.

Hasil penelitian Bawaslu, sebut Eka, lima hal yang jadi tolak ukur potensi konflik di Pilkada nanti, antara lain soal politik uang, partisipasi pemilih, akses pengawasan, profesionalisme penyelenggara serta keamanan. Khusus di Tangerang Selatan, peta politik ketiga pasangan calon yang dinilai relatif cukup kuat jadi poin tersendiri kerawanan konflik di Pilkada Tangsel.

Panwaskada Tangsel pun diminta tegas dan tidak terpengaruh terhadap upaya intervensi dari pasangan calon (paslon) manapun atau pihak lain yang coba mempengaruhi putusan pengawas setempat.


(MBM)