Anggota BIN Gadungan Raup Miliaran Rupiah dari Korbannya

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 22 Sep 2015 19:32 WIB
penipuan
Anggota BIN Gadungan Raup Miliaran Rupiah dari Korbannya
Tersangka Andhika Dodik Bintoro mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara. Foto: MTVN/Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan Andhika Dodik Bintoro, 33, warga Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, meraup untung ratusan juta rupiah dari hasil menipu korbannya. Dari pengakuannya, sejak 2014 dia berhasil meraup uang hingga Rp1 miliar.

“Untungnya sekitar Rp 500 juta sampai Rp1 miliar,” kata Andika, di Markas Polrestabes Surabaya, Selasa (22/9/2015).

Uang hasil menipu itu bukan digunakan tersangka untuk biaya hidup atau menghidupi keluargannya. Tersangka menggunakan uang haram itu untuk berjudi. “Untuk berjudi, Pak. Macam-macam judi yang saya ikuti,” ujarnya.

Tersangka juga menjelaskan alasannya mengaku sebagai anggota BIN dan pejabat di Kantor Bea Cukai. Menurut dia, pengakuan itu bisa dengan mudah mengelabui korbannya.

“Saya yakinkan lewat omongan bahwa saya bisa memasukkan menjadi PNS atau menjadi pegawai BUMN, seperti Pelindo, Pertamina, Perpajakan dan lain-lain,” kata pria yang bekerja serabutan ini.

Agar korban semakin yakin, tersangka selalu menenteng senjata api jenis softgun untuk menakut-nakuti. Selain untuk menumbuhkan kepercayaan korbannya, pistol itu diharapkan bisa menakuti mereka jika sewaktu-waktu ingkar janji. “Selain senjata, saya juga membawa surat-surat pendaftaran agar korban semakin yakin,” kata dia.

Tersangka Andika Dodik Bintoro ditangkap polisi karena menipu puluhan korban yang ingin menjadi PNS. Dia mengaku sebagai anggota BIN. Setelah itu, dia meminta bayaran kepada korbannya dengan jaminan memasukkan mereka sebagai PNS atau pegawai di perusahaan BUMN. Namun, ulahnya terhenti setelah ada dua korban yang melaporkan dia ke polisi. Tak lama, Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkapnya.


(UWA)