Perma soal Sengketa, Solusi Dunia Usaha Kurangi Sengketa

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 22 Sep 2015 20:02 WIB
konsumen
Perma soal Sengketa, Solusi Dunia Usaha Kurangi Sengketa
illustaresi. ROMMY PUJIANTO/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Penerbitan Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2 Tahun 2015 (Perma 2/2015) lantaran dunia usaha membutuhkan forum penyelesaian sengketa yang cepat.

Menilik hal ini, Hakim Agung Kamar Perdata Mahkamah Agung (MA) Syamsul Ma'arif menyebutkan Indonesia sangat tertinggal dengan negara tetangga lainnya yang sesama Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina. Ia menyebutkan Singapura berada di peringkat pertama Bank Dunia.

“Untuk itu, Perma 2/2015 diharapkan menjadi solusi untuk menyelesaikan sengketa secara cepat dan murah. Jika ini efektif  maka perkara MA akan berkurang sehingga kualitas putusan MA pun meningkat dan keadilan bisa dirasakan,” ungkap Syamsul Ma'arif di Jakarta, Selasa (23/9/2015).

Dia pun menjelaskan terbitnya Perma 2/2015 ini diharapkan juga dapat meningkatkan peringkat Indonesia ke posisi yang lebih baik dari sekarang. 

“Selama ini peringkat Indonesia dalam penyelesaian sengketa masih amat rendah dengan peringkat 114 dari 189 negara. Pemerintah berharap Indonesia naik rangking 60 hingga 68," tuturnya.



(SAW)