JK Sebut Harapan Jadi Jualan Calon Kepala Daerah Menjelang Pilkada

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 23 Sep 2015 04:02 WIB
pilkada serentak
JK Sebut Harapan Jadi Jualan Calon Kepala Daerah Menjelang Pilkada
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam penutupan Rakernas Partai NasDem di JCC Senayan. Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dapat memberikan angin segar bagi masyarakat dengan memilih langsung sosok yang mereka inginkan sebagai kepala daerah. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut, adalah hal yang lumrah bagi calon kepala daerah untuk menjual harapan dalam kampanye mereka.

"Dalam setiap pilkada atau pemilu, apa yang dijual? Tentu harapan," kata JK dalam penutupan Rakernas Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2015) malam.

Namun, menjual harapan itu tidak bisa sembarangan. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi calon kepala daerah yang menjual harapan kepada masyarakat agar bisa terpilih.

"Orang memilih siapapun, agar tercapai tapi harapan tentu dibarengi tentang siapa yang memberikan harapan. Siapa dia? Dialah yang punya perliaku terpuji, yang celanya tidak banyak," terang JK dihadapan ratusan kepala daerah yang direstui Partai NasDem.

"Dan celaan yang paling sedikit ialah yang terbaik dan (memiliki) kemampuan menyelesaikan permasalahan," imbuh JK.

Semua persyaratan itu menjadi tolak ukur keterpilihan seseorang sebagai kepala daerah di tempat masing-masing. Meski dalam prakteknya, ada saja pihak yang ingin menang dengan cara instan.

"Tapi secara umum bangsa ini mengharapkan masa depan yang lebih baik. Oke, kalau ingin memenangkan pilkada ialah dengan memberikan keyakinan kepada pemilih bahwa Anda bisa membawa masa depan pada bangsa dan kota atau propinsi yang lebih baik," ungkap dia.

Dalam pilkada, sosok dari pasangan calon sangat menentukan. Sebab, kata JK, pilkada jauh berbeda dengan pemilu legislatif. JK berpandangan, pileg sangat tergantung dengan latar belakang partai atau tokoh partai, sementara pilkada lebih besar dipandang pengaruhnya dari sosok calon tersebut.

"Setelah (pembekalan) ini Anda tidak bisa harapkan partai, setelah dilepas hari ini. Tentu, pada dasarnya pribadi anda, cara anda, masa lalu dan harapan masa depan yang akan memenangkan persaingan di masa depan," ujar dia.

"Maka jejak langkah, janji, harapan tentu harus dengan sebaik-baiknya (Anda) memberikan keyakinan kepada siapapun di daerah tersebut," tandas dia.


(DRI)