Anggota Komisi XI DPR Murka Menteri Sofyan Sebut Angka Kemiskinan Naik

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 23 Sep 2015 06:13 WIB
pengangguran
Anggota Komisi XI DPR Murka Menteri Sofyan Sebut Angka Kemiskinan Naik
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. (Foto:Antara/Akbar Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa anggota Komisi XI DPR RI terlihat murka dan mencecar Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil yang menyebutkan akan terjadi peningkatan kemiskinan tahun ini.

Pada rapat kerja antara Pemerintah dan Komisi XI DPR RI, Selasa (23/9/2015), anggota dewan mengusulkan target tingkat  kemiskinan berada pada posisi 9-10 persen untuk RAPBN 2016. Sementara tingkat pengangguran diusulkan sebesar 5,2-5,5 persen.

Sofyan sebenarnya sepakat dengan syarat yang diajukan legislatif. Namun menurutnya dengan mempertimbang kondisi ekonomi saat ini dan juga adanya penurunan target pertumbuhan ekonomi, pihaknya menghitung ada baiknya tingkat pengangguran ada pada kisaran 5,3-5,6 persen. Hal tersebut karena adanya tekanan terhadap lapangan kerja dan industri saat ini.

Selain itu, pihaknya juga memperkirakan tingkat kemiskinan akan mengalami peningkatan sehingga bila dimungkinkan target yang dipandang realistis ada pada kisaran 9,5-10,5 persen.

"Tentang tingkat kemiskinan, kami perkirakan akan terjadi peningkatan, September 2015 saja mencapai 11,04 persen. Begitu juga dengan gini ratio atau tingkat kesenjangan juga sempat memburuk," di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan.

Beberapa anggota Komisi XI DPR yang tidak keberatan dengan  naiknya angka kemiskinan di antaranya yakni Amir Uskara dari F-PPP. Menurutnya, dengan perubahan asumsi makro maka seharusnya menjadi tantanngan untuk pemerintah untuk mempertahankan pengangguran pada level yang diusulkan legislatif. Malah jika mampu, kata Andreas ditekan pada batas bawah.

Selain itu, ada pula Misbakun F-Golkar yang tak menyangka dengan apa yang disebutkan Sofyan. Menurutnya, untuk menentukan target kemiskinan tak mudah karena menyangkut konsekuensi politik. Artinya, jika tahun depan targetnya meningkat berarti 1 tahun pemerintahan tak membawa perbaikan.

Begitu juga dengan Andreas Eddy Susetyo F-PDIP dirinya menilai inflasi masih bisa diturunkan artinya akan bisa mempengaruhi dan memacu daya beli masyarakat serta berdampak juga pada penciptaan lapangan kerja sehingga ujung-ujungnya akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

"Bagi kami, tingkat pengangguran dan kemiskinan yang diusulkan DPR), harga mati," jelas Andreas.


(DRI)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

10 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA