On This Day!

1952: Awal Melegendanya "Si Busur Pirang" Bersama Real Madrid

Rendy Renuki H    •    Rabu, 23 Sep 2015 07:02 WIB
liga spanyolpada hari ini
1952: Awal Melegendanya
Alfredo di Stefano (Foto: forums.bigsoccer.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari ini, tepat 62 tahun silam, Alfredo di Stefano menapakkan langkah pertamanya di Stadion Santiago Bernabeu. Ini merupakan awal pemain berjuluk The Blonde Arrow (Si Busur Pirang) mulai melegenda bersama Real Madrid di kancah sepak bola dunia.

Awal kisahnya cintanya dengan El Real terjadi saat klubnya kala itu, Millonairos diundang ke Santiago Bernabeu. Di Stefano tampil memperkuat klub asal Bogota, Kolombia tersebut dalam turnamen yang memperingati hari jadi Real Madrid ke-50 tersebut.

Di Stefano muda langsung mencuri perhatian publik sepak bola Spanyol. Dirinya pun awalnya sempat diincar rival abadi Los Blancos, Barcelona, namun klausul transfernya menemui masalah. Situasi tersebut langsung dimanfaatkan presiden Madrid kala itu, Santiago Bernabeu untuk merekrutnya.

Pria kelahiran Barracas, daerah kecil di Buenos Aires, Argentina ini menjalani debutnya bersama Los Blancos dalam sebuah laga persahabatan. Kala itu, Madrid memang menyerah 2-4 melawan klub Liga Prancis, AS Nancy. Namun setelahnya, Di Stefano langsung mencuri perhatian dunia lewat aksinya.

Ia berhasil membawa El Real meraih delapan gelar Liga Spanyol (1954, 1955, 1957, 1958, 1961, 1962, 1963, 1964). Puncaknya, Di Stefano mampu mempersembahkan gelar Piala Champions lima musim beruntun bagi Madrid mulai dari 1955--1956 hingga 1959--1950.

Ketajaman bomber pirang ini pun tak bisa dipandang sebelah mata. Ia mencetak total 418 gol dari 510 penampilan di semua ajang saat berseragam Madrid sejak 1953 sampai 1964. Atas prestasinya tersebut, gelar Ballon d'Or pun sempat ia raih pada 1957 dan 1959.

Mantan River Plate ini akhirnya memutuskan gantung sepatu di usia 40 tahun. Espanyol merupakan klub terakhir yang dibela Di Stefano usai hengkang dari Real Madrid. Di Espanyol, ia bermain sebanyak 47 penampilan dan mencetak 11 gol.

Pada level internasional, Di Stefano terbilang pemain yang unik. Dirinya sempat bermain untuk tiga negara berbeda. Argentina menjadi negara yang dibelanya pertama kali pada 1947. Ia mencetak enam gol dari enam penampilan bersama Tim Tango. 

Kolombia menjadi negara kedua yang dibelanya pada 1949 hingga 1952. Namun, prestasinya bersama Kolombia tak sementereng kontoversi yang dibuatnya. Mencetak enam gol dari tujuh laga, Di Stefano sempat tak mendapat izin bermain dari FIFA karena memiliki dua kewarganegaraan, Argentina dan Kolombia.

Puncak permainannya justru terlihat bersama timnas Spanyol. Di Stefano mencetak 23 gol dari 31 penampilan bagi Tim Matador sejak memperkuatnya pada1957 hingga 1961. Sayang, ia gagal membawa Spanyol lolos kualifikasi Piala Dunia 1958 dan baru mampu lolos kualifikasi pada Piala Dunia 1962. (tdifh)


(REN)