Kapolri Sebut Anggota Polri Tak Bersalah Dalam Kasus Gayus

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 23 Sep 2015 11:37 WIB
gayus tambunan
Kapolri Sebut Anggota Polri Tak Bersalah Dalam Kasus Gayus
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Foto: Arya Manggala/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut anggota Polri yang bertugas mengawal terpidana Gayus Tambunan tak bersalah. Badrodin justru mempertanyakan ihwal pelanggaran yang dilakukan anggotanya.

Menurutnya, pengawalan Gayus sudah melalui prosedur. "Kesalahan anggota Polri di mana?" tanya Badrodin saat dihubungi, Rabu (23/9/2015).

Dia menjelaskan, pengawalan yang dilakukan Polri sudah sesuai prosedur, yakni Gayus tak melarikan diri. Gayus bisa makan dan bertemu banyak orang di salah satu restoran di Jakarta Selatan, kata Badrodin, adalah tanggung jawab lapas. 

"Gayus tersebut mendapatkan izin dari lapas untuk menghadiri sidang gugatan cerai dari istrinya, sehingga harus dikawal secara resmi oleh anggota Polri supaya tidak melarikan diri dan kembali ke lapas," ujarnya.

Soal kekhawatiran sebagian pihak bahwa aparat kepolisian yang bertugas dibayarkan makan di restoran yang sama tempat Gayus bersama teman-temannya, Badrodin menuturkan, tugas Polri hanya mengawal. Soal membolehkan makan atau tidak, diserahkan ke petugas lapas yang mendampingi Gayus.

"Orang lapas yang mendampingi kan ada, dan dia yang bertanggung jawab sepenuhnya. Sehingga tugas Polri hanya mengawal. Boleh makan atau tidak itu yang tahu petugas lapas sebagai leadernya," tukas jenderal bintang empat itu.

Akibat aksinya itu, kini Gayus telah dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Bogor. Dia diganjar tak mendapat hak remisi hingga waktu tak tentu, selain itu hak besuk juga dicabut.

Terkait foto Gayus, pihak Lapas Sukamiskin mengonfirmasi bahwa Gayus keluar dari tahanan pada 9 September 2015, untuk mengikuti sidang cerai dengan Milana Anggraeni di Pengadilan Agama Jakarta Utara. Usai persidangan, pengacara Gayus mengajak petugas lapas makan di restoran.

Gayus adalah terpidana empat perkara, yakni kasus mafia pajak PT Surya Alam Tunggal dengan masa hukuman 12 tahun, kasus penggelapan pajak PT Megah Citra Raya dengan vonis delapan tahun, kasus pencucian uang dan penyuapan petugas dengan vonis delapan tahun dan pemalsuan paspor, untuk kasus ini pengadilan menjatuhkan hukuman selama dua tahun.  


(KRI)