Indonesia Siapkan Forum Perundingan untuk Konflik Laut China Selatan

Fajar Nugraha    •    Rabu, 23 Sep 2015 13:44 WIB
laut china selatan
Indonesia Siapkan Forum Perundingan untuk Konflik Laut China Selatan
Kapal Angkatan Laut Tiongkok kerap patroli di Laut China Selatan (Foto: Reuters)

Metrotvnews,com, Jakarta-Aktivitas Tiongkok di Laut China Selatan semakin agresif, setelah mereka membangun pulau buatan. Hal ini turut menjadi perhatian Indonesia.

Sejumlah negara menilai hal ini dapat semakin memperuncing ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) yang menempatkan armada tempurnya disana. Kondisi ini bahkan menjadi perhatian Perdana Menteria Australia yang baru menjabat, Malcolm Turnbull.

Komisi Pertahanan dan Intelijen DPR yang melakukan pertemuan dengan Kementerian Pertahanan pada Senin (21/9/2015) menilai posisi Indonesia menjadi strategis untuk dapat menjadi penyeimbang potensi konflik di Laut China Selatan.

Menyoroti peningkatan eskalasi ketegangan di kawasan tersebut, anggota Komisi I DPR Mayjen (Purn) Supiadin, berharap agar kondisi demikian tidak semakin berkembang.

"Saya minta pada semua pihak, selesaikan lewat cara-cara damai, dalam satu forum diplomatik. Meja perundingan Asia Timur kita siapkan, bicara bersama di sana. Bukan masing-masing menggalang dan mengarahkan kekuatan untuk saling saling menakutkan. Semua harus menahan diri, jangan ada yang melakukan kegiatan-kegiatan fisik yang mengklaim-klaim sepihak," tegas mantan Asops TNI AD ditengah kesibukannya di arena Rakernas Partai NasDem, di Jakarta Convention Center (JCC) (22/9/2015), dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, (23/9/2015).

Supiadin menyerukan semua pihak yang berkepentingan di Laut China Selatan agar menahan diri. Menurutnya, apabila ketegangan ini semakin meluas sangat mungkin menimbulkan instabiltas kawasan.

"Hal ini akan dapat berdampak pada gangguan stabilitas keamanan wilayah terutama menghambat distribusi kebutuhan ekonomi. Langkah antisipatif Indonesia terhadap potensi dampak dari situasi memanas yang mengarah ke konflik tersebut tetap harus dilakukan," tegasnya.

Bagi Supiadin pemerintah harus berada dalam kondisi siaga mengantisipasi segala kemungkinan yang akan datang. Namun bukan ikut memanaskan dengan seolah-olah mengerahkan kekuatan militer di sekitaran Laut China Selatan.

"Kekuatan angkatan persenjataan kita standby di pangkalan masing-masing, yaitu di Natuna, bukan di Laut China selatan," jelas Supiadin.

Selain itu Supiadin mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh terseret ikut campur dalam sengketa antara pihak-pihak yang berkepentingan langsung di kawasan tersebut. Indonesia harus tetap berpegang pada sikap politik luar negeri sebagai satu-satunya negara yang non blok terhadap persoalan tersebut.
 


(FJR)