Negatif, Pefindo Turunkan Peringkat Antam Jadi idA-

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 23 Sep 2015 15:41 WIB
antam
Negatif, Pefindo Turunkan Peringkat Antam Jadi idA-
Emas ANTAM. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM). Penurunan itu disebabkan laba usaha menurun akibat pelemahan harga komoditas.

‎Analis Pefindo Yogie Perdana menjelaskan, peringkat yang dihasilkan Antam menjadi idA- dari sebelumnya idA. Peringkat itu juga diberikan untuk Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Bond I/2011.

"Dengan outlook negatif. Periode peringkat diberikan dari 10 September 2015 sampai dengan  1 September 2016," kata Yogie ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Menurut dia, outlook yang negatif, karena margin yang lemah di tengah beban utang yang masih tinggi. Hal ini membuat laba bersih sebelum pajak atau Ebitda dan Cash Flow tertekan. 

"Hingga 12-18 bulan ke depan tidak akan membaik. Outlook negatif kami berikan juga dalam mengantisipasi  kinerja perusahaan," jelasnya.

Dia menjelaskan berbagai faktor yang membatasi peringkat seperti  tingkat leverage keuangan yang agresif, proteksi atas arus kas perusahaan yang lemah, dan risiko fluktuasi harga komoditas. 

 Sedangkan, faktor yang mendukung peringkat perusahaan adalah sumber daya produk utama yang besar dan kualitas yang baik, kegiatan operasional yang terintegrasi secara vertikal, dan produk perusahaan yang beragam.

Dia mengatakan outlook bisa menjadi stabil jika perusahaan secara signifikan dapat meningkatkan proteksi arus kas dan struktur modal secara berkelanjutan yang didukung oleh upaya efisiensi berkelanjutan serta strategi untuk memiliki pendekatan yang lebih konservatif dalam hal belanja modal, dan meningkatnya harga komoditas.

Dia menambahkan peringkat bisa diturunkan jika struktur modal dan proteksi arus kas perseroan memburuk sebagai akibat dari harga komoditas yang lebih rendah dari perkiraan. Perseroan juga mengalami kegagalan untuk memenuhi target volume penjualan.

"Antam juga bisa di bawah tekanan, jika perseroan menambah utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan, dan gagal menjalankan proyek ekspansi yang sesuai ada di jadwal," pungkasnya.


(SAW)