Pelaku Industri Automotif Dukung Pembangunan Infrastruktur BBG

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 23 Sep 2015 18:52 WIB
industri otomotif
Pelaku Industri Automotif Dukung Pembangunan Infrastruktur BBG
Ilustrasi industri automotif. (FOTO: MI/ATET DWI PERMANA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pelaku industri automotif mendukung upaya pemerintah untuk pengembangan infrastruktur pengisian bahan bakar gas (BBG). Upaya tersebut dinilai dapat melapangkan jalan industri automotif untuk memproduksi kendaraan dual fuel secara massif.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMI), Mukiat Sutikno, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (23/9/2015). Menurutnya, p‎enggunaan BBG bagi kendaraan bermotor menjadi sangat urgent sehingga industri automotif harus berorientasi pada penggunaan BBG.‎

Oleh karena itu, penerapan penggunaan BBG memang harus dibarengi dengan penambahan jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) agar konversi bahan bakar tersebut tidak gagal. Bahkan, tuturnya, pengembangan infrastruktur tersebut dapat pula dengan sistem pengisian yang sifatnya mobile atau dikenal dengan Mobile Refueling Unit (MRU).

"Berbagai inovasi pengisian sangat penting, karena bisa menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan stasiun pengisian BBG. Kita semua bisa belajar dari Thailand, yang secara total memiliki sekitar 3.000 filling station. Yang terpenting adalah infrastruktur diperbanyak dan kami siap mendukung penggunaan BBG bagi kendaraan bermotor,” kata Mukiat.

Hyundai, imbuh Mukiat, siap jika pemerintah mengeluarkan regulasi mengenai konversi bahan bakar gas. Apalagi, Hyundai memiliki pengalaman sejak 2010, ketika pihaknya bekerja sama dengan sebuah perusahaan taksi yang mempergunakan bahan bakar gas.

Hanya saja, lanjutnya, meski pada unit kendaraan sudah ditambahkan converter kit agar bisa mengkonsumsi BBG, ketika itu program tersebut justru terkendala akibat minimnya fasilitas pengisian bahan bakar gas. "Di sinilah pentingnya penambahan SPBG dan pengoperasian MRU," lanjutnya.

Selain Hyundai, PT Toyota Motor Indonesia Manufacturing (TMMIN) baru-baru ini juga telah menyatakan kesiapannya menghadirkan mobil berbahan bakar gas di Indonesia. Direktur TMMIN I Made Dana Tangkas mengatakan Toyota fokus untuk mendorong kelahiran mobil berbahan bakar alternatif, utamanya gas.

Saat ini, diinformasikan Toyota sudah memiliki line up berbahan bakar gas yang siap diluncurkan. Pengujian sesuai regulas dan standar dilakukan untuk Vios/Limo CNG. Prototipenya sudah pernah dipamerkan beberapa kali di ajang berbeda.


(AHL)