Perusahaan di Asia Dinilai Mampu Atasi Perlambatan Ekonomi

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 23 Sep 2015 19:22 WIB
asia
Perusahaan di Asia Dinilai Mampu Atasi Perlambatan Ekonomi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perlambatan ekonomi di sebagian besar pasar negara berkembang di Asia tidak menghambat beberapa perusahaan Asia untuk terus berkembang. Beberapa perusahaan besar yang mempunyai karakteristik kewirausahaan telah menemukan cara inovatif dalam menanggulangi berbagai hambatan.

The Boston Consulting Group (BCG) mengungkapkan perusahaan-perusahaan yang dapat menanggulangi berbagai hambatan mempunyai pola pikir penggerak utama (first-mover-mind-set). Pola pikir ini terdiri dari tiga karateristik utama, yaitu budaya kewirausahaan, pandangan jangka panjang yang memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi di luar cakupan usaha yang telah berjalan saat ini, dan keinginan untuk membangun kemitraan lokal.

"Sebagian besar perusahaan yang mempunyai sikap kewirausahaan di Asia tidak hanya menunggu hambatan di kawasan tersebut untuk diatasi atau kondisi setempat dapat membaik guna mengakomodir model usaha mereka," ujar BCG Senior Partner Vincent Chin, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Dirinya menambahkan, beberapa perusahaan di Asia akan menemukan cara yang kreatif dalam mengatasi hambatan dan secara proaktif membantu pembentukan lingkungan bisnis di sekitar perusahaan tersebut.

Dalam kesempatan ini, BCG mengkaji lima perusahaan yang dimaksud. Di antaranya S.F. Express dari Tiongkok, Astra Internasional dari Indonesia, AirAsia dari Malaysia, Wipo dari India, dan Unilever, perusahaan multinasional yang berbasis di London. Kelima perusahaan tersebut mempunyai karakteristik dalam mengatasi permasalahan yang terus meningkat di kawasan Asia.

"Apabila regulator lamban dalam memahami dan mengerti mengapa aktivitas inovasi itu penting untuk kondisi perekonomian negara mereka maka perusahaan-perusahaan tersebut akan terus memberikan edukasi kepada mereka," jelas Vincent dalam laporannya yang berjudul 'Overcoming Asia's Obstacles to Growth: How Leading Companies Are Reshaping Their Environment'.



(ABD)