BNP2TKI Minta WNI yang Bekerja di Malaysia Ikuti Jalur Resmi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 23 Sep 2015 19:45 WIB
bnp2tki
BNP2TKI Minta WNI yang Bekerja di Malaysia Ikuti Jalur Resmi
WNI yang selamat dari kecelakaan kapal di Malaysia (Foto: The Star)

Metrotvnews.com, Jakarta: 17 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kecelakaan kapal di Malaysia berhasil dipulangkan. Badan Nasional Penempatan dan Perlundungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengingatkan WNI untuk gunakan jalur yang legal.

BNP2TKI bersama dengan pihak terkait sudah memfasilitasi pemulangan 17 korban selamat tenggelamnya kapal di perairan Malaysia. Kepada mereka, BNP2TKI mewanti-wanti agar jangan kembali lagi ke Malaysia melalui jalur nonprosedural atau ilegal karena risikonya sangat tinggi.

"Jadilah TKI yang prosedural dan daftarkan diri ke kantor tenaga kerja di kabupaten/kota, dan datangi kantor BP3TKI setempat untuk di registrasi di e-KTKLN sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mudah ditelusuri dan mudah juga untuk pemenuhan hak serta melakukan penyelesaian bila mempunyai kasus," kata Deputi Perlindungan BNP2TKI, Lisna Yoeliani Poeloengan dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (23/9/2015).

Lisna menjelaskan, 17 dari 20 korban yang selamat sudah diantarkan ke rumah masing-masing. BNP2TKI berkoordinasi dengan pemda setempat dalam proses pemulangan dan serah terima keluarga.

"Ada 12 orang dari Aceh, satu orang dari Medan, satu orang dari Padang, dan tiga orang dari Surabaya. Sementara tiga lagi masih di Malaysia," lanjutnya.

BNP2TKI, lanjut Lisna, memang selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memfasilitasi kepulangan TKI baik yang bermasalah maupun akibat musibah. Hal itu sudah menjadi tanggungjawab BNP2TKI sekaligus sebagai bentuk kehadiran negara atas permasalahan yang dihadapi warganya. Karena itu, ketika dalam proses pemulangan, baik korban selamat maupun pemulangan jenazah, baik itu mereka berangkat melalui jalur lega atau ilegal, pihaknya tetap memfasilitasinya.

Namun begitu, Lisna menegaskan, BNP2TKI berharap bahwa praktik migrasi atau mencari pekerjaan di luar negeri harus melalui jalur yang sesuai prosedur.

Sementara itu, terkait dengan tiga WNI yang belum dipulangkan, saat ini salah satu diantara ketiganya masih harus menjalani pemeriksaan karena diduga sebagai nahkoda atau tekong kapal tenggelam di Sabak Bernam.

Yang bersangkutan akan menjalani persidangan di Pengadilan Malaysia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan tuduhan pelanggaran Akta Anti Pemerdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran.

Sedangkan dua WNI lainnya masih dimintai keterangannya sebagai saksi. Setelah itu diharapkan dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

 


(FJR)