Ekonomi Lamban, Kinerja Laba Bersih Emiten Tergerus 4,5-5%

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 23 Sep 2015 19:59 WIB
emiten
Ekonomi Lamban, Kinerja Laba Bersih Emiten Tergerus  4,5-5%
illustrasi. MI/Panca Syaukarni

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah yang semakin menurun bakal memberikan hantaman negatif secara langsung bagi kinerja bisnis perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta yang ada di pasar modal Indonesia.

"‎Laba bersih perusahaan BUMN maupun swasta akan menurun 4,5-5 persen di akhir tahun, di samping pendapatan mereka juga terkontraksi‎," kata Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Menurut dia, kinerja emiten sangat berat karena hantaman dari luar dan dalam negeri. Sehingga, manajemen perusahaan harus mewaspadai gejolak yang saat ini terjadi.

‎"Sangat berat perusahaan untuk membeli bahan produksi dari luar yang menggunakan USD, sehingga banyak perusahaan yang mengkonversikan ulang, dan lebih besar jika dikonversikan," ucap dia.

Kinerja emiten yang memburuk, lanjut Edwin, dipengaruhi juga oleh ketidakpastian dari global, seperti The Fed lainnya. Paling tidak, gejolak perlambatan ekonomi masih akan terjadi hingga akhir 2016.

"Kita masih rasakan ekonomi lambat hingga 2016, karena gejolak ini masih terlihat sekali, harga komoditas Tiongkok menurun dan berdampak ke kita," tutup dia.‎



(SAW)

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

31 minutes Ago

Rencananya, Deisti akan diperiksa, besok, Senin, 20 November 2017.

BERITA LAINNYA