BKPM dan KKP Sepakat Dorong Investasi Asing di Hilir Perikanan

Arif Wicaksono    •    Rabu, 23 Sep 2015 20:03 WIB
kelautan dan perikanan
BKPM dan KKP Sepakat Dorong Investasi Asing di Hilir Perikanan
illustrasi. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti sepakat akan membuat nota kesepahaman untuk mendorong investasi asing di sektor perikanan untuk lebih banyak menanamkan modal di industri hilir perikanan.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengundang lebih banyak investor di bidang pengolahan dan pemrosesan hasil perikanan, namun tetap memberikan perlindungan pada sumber daya alam dan keberpihakan kepada nelayan.

“Pada prinsipnya kami buka seluas-luasnya investor asing untuk datang ke Indonesia membawa teknologi terbaru untuk memproses hasil produk perikanan,” ujar Franky usai bertemu Menteri Susi dalam keterngan tertulisnya di Kantor BKPM, Rabu (23/9/2015). 

Selain itu, Franky menjelaskan masuknya investor asing dalam industri perikanan hilir dimulai dengan pembahasan mengenai Perpres No. 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, bidang usaha dalam industri hilir seperti cold storage agar lebih terbuka terhadap investor asing. 

Saat ini dalam Perpres tersebut, bidang usaha jasa perdagangan cold storage terbuka dengan kepemilikan asing maksimal 33 persen dan hanya terbatas di lokasi Sumatera, Jawa dan Bali. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, kepemilikan asing bisa mencapai 67 persen.

” Kami membahas bagaimana jika cold storage, terlepas dari lokasinya, kepemilikan asing bisa mencapai 65 persen. Ini akan kami usulkan dalam pembahasan DNI,” tambah Franky. 

Franky menjelaskan, nota kesepahaman juga akan memuat mengenai komitmen BKPM untuk tidak lagi mengeluarkan izin bagi bidang usaha pemanfaatan (pengambilan) dan peredaran koral/karang hias dari alam untuk akuarium.

“Ini karena kondisi koral kita sudah banyak yang habis. Ini merupakan upaya perlindungan terhadap sumber daya kita,” tegasnya. 

Data BKPM mencatat, pada periode Januari-Juni 2015 realisasi investasi di sektor maritim mencapai Rp1,6 triliun dengan 177 proyek. Sektor ini mampu menyerap 5.370 tenaga kerja langsung.  

Sedangkan investasi PMDN didominasi oleh usaha pengolahan ikan senilai Rp283 miliar, budi daya perikanan senilai Rp272 miliar, dan industri perkapalan senilai Rp109 miliar. Sementara investasi PMA didominasi oleh budi daya perikanan sebesar USD33 juta, diikuti oleh usaha industri penangkapan ikan USD17 juta, pengolahan ikan sebesar USD13 juta, dan industri perkapalan USD12 juta. 






(SAW)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA