Pilot Gantolle Dunia Kagum dengan Perfroma Pilot Indonesia

Alfa Mandalika    •    Kamis, 24 Sep 2015 10:53 WIB
olahraga
Pilot Gantolle Dunia Kagum dengan Perfroma Pilot Indonesia
Lokasi lepas landas di Gunung Telomoyo, Kecamatan Banyubiru, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Foto:Lassak Imaji/Tagor Siagian)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penampilan pilot Indonesia di kejuaraan Gantolle Internasional mendapatkan apresiasi dari pilot luar negeri.  Tidak tanggung-tanggung, pilot yang memberikan pujian ialah Tove Heaney peraih medali perunggu Kelas Putri Kelas Putri Kejuaraan Dunia Layang Gantung 2012 asal Australia.

Tove yang menjadi Direktur Lomba Gantolle Internasional Piala Telomoyo menilai pilot-pilot Indonesia memiliki teknik terbang yang luar biasa. Tove tidak bisa menutupi rasa kagumnya.

“Jika pelatihnya memiliki teknik mumpuni, maka muridnya akan menjadi pilot andal. Mereka pantas ikut seri kejuaraan internasional,” ujar Tove dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (24/9/2015)

Ibu dua anak yang berdarah Norwegia itu bahkan berujar, “Banyak pilot di Eropa yang teknik lepas landasnya masih kacau!”

Tove berharap semakin banyak kejuaraan Gantolle di Indonesia agar kemampuan para pilot nasional makin terasah dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Hanya dengan terbang, terbang dan terus terbang, Anda akan terbiasa menghadapi kondisi medan di manapun. Dengan begitu peta kekuatan pilot Barat dan Timur akan semakin berimbang!” serunya.

Untuk kejuaraan tahun ini, Tove berharap kondisi angin lebih bersahabat, agar semua pilot dapat menyelesaikan soal. Tahun lalu tidak semua pilot dapat mencapai garis akhir karena kondisi angin yang tiba-tiba berubah, sehingga menyulitkan mereka melewati semua titik dalam soal.

"Bagi para pilot Eropa dan Amerika, Indonesia sangat menantang medannya. Sesuai sifatnya sebagai olahraga petualangan, maka bagi mereka yang belum pernah terbang di Indonesia akan terobsesi. Di situ keunggulan Indonesia dalam mengembangkan wisata olahraga udara. Topografi alamnya yang banyak pegunungan dan persawahan, unik dan sangat berbeda dengan Eropa dan Amerika,” tutur pencatat rekor dunia terbang lintas alam sejauh 370 km di Melbourne, Australia pada 2003 itu.
          
Sementara itu, Juara Kategori Umum Piala Telomoyo 2014, Grant Heaney asal Australia, menyatakan sudah siap mempertahankan gelar. “Dengan semakin banyaknya jumlah peserta, tentu akan makin sulit, persaingan akan makin ketat. Tapi di situ justru tantangannya, lomba pasti akan makin seru!” ujarnya.

Bagi para penerbang nasional, Piala Telomoyo 2015 memberikan kesempatan menguji kemampuan calon lawan di PON XIX Jawa Barat dan meningkatkan teknik dengan berlomba bersama pilot kelas dunia. Ayat Supriatna, satu diantara 10 pilot tim Jawa Barat, sangat mensyukuri adanya Piala Telomoyo. “Ini kesempatan mahal dan langka untuk belajar teknik terbang yang baik dan benar dari para pilot kelas dunia. Sebagai atlet olahraga udara, tentunya maunya semakin banyak terbang. Moga-moga di provinsi-provinsi lain ada juga kejuaraan berkelas internasional setiap tahunnya,” papar Ayat.


(ASM)