Tim Pengawas Disebar di Lokasi Penyembelihan, Jeroan Berpenyakit akan Disita

Dheri Agriesta    •    Kamis, 24 Sep 2015 10:56 WIB
idul adha
Tim Pengawas Disebar di Lokasi Penyembelihan, Jeroan Berpenyakit akan Disita
Beberapa sapi kurban di Masjid Sunda Kelapa,--Foto: MTVN/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim pengawas hewan kurban dari Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta melakukan pengawasan secara khusus di beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban di Jakarta. Sekitar 855 orang petugas disebar di seluruh DKI Jakarta untuk mengawasi prosesi penyembelihan hewan kurban.

"Ada 855 petugas yang disebar seluruh DKI Jakarta termasuk pulau seribu. Kita dibantu 300 orang dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, dokter hewan, dan sisanya 400 dari dinas," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta Darjamuni saat berbincang dengan Metrotvnews.com di Kompleks Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015).

Dinas KKP DKI Jakarta telah memeriksa sekitar 77 ribu ekor hewan kurban di beberapa lokasi penjualan hewan. Dari 1.174 lokasi yang telah diperiksa beberapa waktu lalu, tim pengawas menemukan sekitar 200 ekor hewan kurban bermasalah.

200 ekor hewan itu memiliki cacat, sakit, dan tak cukup umur untuk dikurbankan saat perayaan Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah. Tim pengawas pun langsung melarang untuk menjual hewan itu.

Tim pengawas melanjutkan pengawasan hari ini di beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban. Darjamuni menyebut, meski secara fisik terlihat sehat, tim pengawas tetap akan memeriksa kesehatan sapi yang disembelih.

"Hari ini kita fokuskan kita cek ulang termasuk kita akan lihat jeroannya. Di Masjid Al Azhar kemarin kita temukan penyakit cacing hati, kita langsung sita itu jeroannya," kata Darjamuni.

Untuk hewan yang ada di Masjid Sunda Kelapa, Darjamuni mengatakan, secara fisik kondisi hewan terlihat sehat. Hanya saja, tim pengawas menemukan satu sapi yang masih di bawah umur.

Diketahui, 16 ekor sapi dan 46 ekor kambing akan disembelih di Masjid Sunda Kelapa tahun ini.


(MBM)