Sebelum Ditemukan Tewas, Guru Besar Unair Minta Menantu Urus Jenazahnya

Amaluddin    •    Jumat, 25 Sep 2015 10:43 WIB
kecelakaan
Sebelum Ditemukan Tewas, Guru Besar Unair Minta Menantu Urus Jenazahnya
Ilustrasi TKP - dok: Metrotvnews

Metrotvnews.com, Surabaya: Seorang guru besar dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Ngakan Ketut Laba Mahaputra, M.Sc.,drh ditemukan tewas dibawah tower FMIPA Institute Teknologi Surabaya (ITS), Jawa Timur (Jatim), Kamis (24/9/2015) malam. Sebelum meninggal, guru besar tersebut sempat mengirimkan pesan singkat melalui SMS kepada menantunya yang meminta untuk mengurus jenazahnya.

"Iya benar, sebelumnya Bapak meminta saya ambilkan handphone (HP) di rumah. Sesampainya di rumah, saya malah menerima SMS dari Bapak berupa pesan untuk mengurus jenazahnya," kata Faruk, pria yang mengaku menantunya itu.

Faruk mengaku bersama mertuanya sebelum kejadian tersebut. Ketut meminta Faruk mengantarnya ke kampus ITS di Sukolilo. Ketut kerap berolahraga di wilayah tersebut.

Setibanya di lokasi, Ketut meminta Faruk mengambil Hpnya yang ketinggalan di rumah. Faruk pun kembali ke rumah sesuai permintaan mertuanya.

"Nah, ketika sampai di rumah sekitar pukul 17.35 WIB, saya malah mendapat SMS dari bapak yang berisi pamitan dan meminta mengurus jenazahnya," katanya.

Faruk mengaku tak nyaman dengan pesan singkat itu. Ia lalu kembali lagi ke lokasi tempat mengantar mertuanya.

"Setelah saya kembali ke ITS, jasad Bapak sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka di kepala," ceritanya.

Diduga, Ketut meninggal dengan cara melompat dari tower. Ia diduga kecewa lantaran tak sembuh dari penyakit syaraf yang dideritanya sejak dua tahun terakhir. Hingga berita ini dimuat, penyebab kematian Ketut belum dapat dipastikan.
 


(RRN)