Ekonomi Lemah, Transaksi Tol Jasa Marga Hanya Naik 4,9%

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 25 Sep 2015 11:32 WIB
jasa marga
Ekonomi Lemah, Transaksi Tol Jasa Marga Hanya Naik 4,9%
Ilustrasi -- MI/IMMANUEL ANTONIUS

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat volume transaksi di ruas jalan tol hanya naik tipis hingga Agustus 2015. Kenaikan tipis tersebut disebabkan melemahnya kondisi ekonomi saat ini.

"Melemahnya kegiatan ekonomi Indonesia beberapa bulan terakhir, secara umum tidak memberikan dampak negatif kepada volume lalu lintas transaksi Jasa Marga," kata Sekretaris Perusahaan JSMR Mohammad Sofyan dalam siaran pers, Jumat (25/9/2015).

‎Menurut Sofyan, sampai dengan Agustus 2015, volume lalu lintas transaksi di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga masih menunjukkan kenaikan yang positif, yaitu sebesar 4,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini, seperti contoh, terjadi di jalan tol Jakarta-Tangerang sepanjang 33 kilometer (km) yang merupakan bagian dari jaringan jalan tol Jabodetabek.

Sampai dengan akhir Agustus 2015, total volume lalu lintas transaksi mencapai 83,5 juta transaksi, tumbuh sebesar 7,8 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Periode yang sama tahun lalu volume lalu lintas transaksi sebesar 77,5 juta transaksi. Kenaikan ini ditopang oleh tingginya volume transaksi Golongan I (kendaraan penumpang) yang memberikan kontribusi sebesar 88 persen terhadap volume lalu lintas Jalan Tol Jakarta-Tangerang pada Agustus 2015," ungkap dia.

Pertumbuhan volume lalu lintas transaksi Jalan Tol Jakarta-Tangerang ini juga jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan volume lalu lintas transaksi rata-rata di Jabodetabek yaitu sebesar 3,6 persen.

‎"Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan wilayah Tangerang cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap investasi Jasa Marga di wilayah barat Jabodetabek," jelasnya‎.  

Sebagai informasi, saat ini Jasa Marga sedang melaksanakan investasi di Jalan Tol JORR II (Cengkareng-Serpong) sepanjang 35,62 km dengan nilai investasi Rp8,3 triliun.

‎"Pertumbuhan volume lalu lintas transaksi jalan tol Jakarta-Tangerang tersebut memberikan optimisme kepada Jasa Marga bahwa investasi ini akan memberikan dampak positif yang cukup signifikan terhadap kinerja Jasa Marga di masa datang," urai Sofyan.


(AHL)