Korban Gempa 6,8 SR Diungsikan ke RS Sele de Solu Sorong

Ricardo Hutahaean    •    Jumat, 25 Sep 2015 12:38 WIB
gempa bumi
Korban Gempa 6,8 SR Diungsikan ke RS Sele de Solu Sorong
Rumah rusak diguncang gempa 6,8 SR di Sorong, Metrotv - Ricardo Hutahaean

Metrotvnews.com, Sorong: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungsikan warga korban gempa ke Rumah Sakit (RS) Sele de Solu, Kota Sorong, Papua Barat. BPBD pun mendirikan posko darurat. Tapi BPBD tak memiliki tenda untuk menampung pengungsi.

Hingga berita ini dimuat, Jumat (25/9/2015) siang, jumlah warga yang luka akibat gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter itu sebanyak 62 orang. Sebanyak 17 di antaranya luka berat. Sekitar 200 rumah rusak.

Petugas BPBD masih melakukan pendataan. Diperkirakan jumlah korban dan kerusakan bertambah.

Gempa mengguncang Kota Sorong sekira pukul 22.53 WIB, Kamis 24 September 2015. 

"Lokasi gempa 0.59 LS dan 131.27 BT yang berjarak 31 kilometer di timur laut Kota Sorong. Kedalaman gempa 10 km yang guncangannya terasa di beberapa kabupaten terdekat termaksud Kabupaten Manokwari," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Deny Putirai.

Intensitas gempa dirasakan skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity) di Lota Sorong, III-IV MMI di Raja Ampat dan Maybrat, dan II-III MMI di Manokwari.

Sumber gempa di daerah sesar Sorong. Gempa tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa dirasakan sangat kuat selama sekitar 15 detik oleh masyarakat Kota Sorong. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Pasien di rumah sakit dievakuasi ke luar gedung.

Menurut BMKG hingga saat ini terus terjadi gempa susulan yaitu 4,3 SR pada 25-9-2015 pukul 00.34 Wib kemudian 4,1 SR, 4,3 SR, dan 4,4 SR. Intensitas guncangan gempa terasa II-III MMI (lemah) oleh masyarakat Kota Sorong.


(RRN)