Penganiaya Balita hingga Tewas Terus Panggil Anaknya

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 25 Sep 2015 13:41 WIB
kekerasan
Penganiaya Balita hingga Tewas Terus Panggil Anaknya
Nurlela terbaring di ruang Bangsal Sakura RSUD Brebes, MTVN - Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Nurlela masih terpukul atas kematian anak ketiganya yang berusia 18 bulan. Mirisnya, sang balita bernama Nur Qoidatul Zakiyah itu tewas di tangannya beberapa hari lalu.

"Nur... Nur... Nur...." panggil Nurlela dalam kondisi tak sadar dan terbaring di bangsal RSUD Brebes, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2015).

Dokter jiwa RSUD Brebes, Budi Surya Antara, membenarkan pasiennya dalam kondisi depresi. Nurlela kerap mengigau memanggil-manggil nama anaknya.

Tim medis, kata Direktur RSUD Brebes Oo Suprana, telah mengobservasi psikologi Nurlela untuk kepentingan penyidikan seputar kematian Nur Qoidatul. Namun, Suprana mengatakan, pihak rumah sakit tak dapat mempublikasinnya. 

"Karena untuk kepentingan penyidikan, yang berhak mengetahui hanya penyidik Polres Brebes," kata Suprana.

Hasil pemeriksaan bisa diketahui tujuh hari ke depan. Selama menunggu hasil pemeriksaan, Nurlela tetap menjalani proses hukum. Warga Desa Luwunggede, Kecamatan Tanjung, itu akan menjalani pemeriksaan di Polres Brebes.

Pada 18 September 2015, Nur Qoidatul meninggal dengan kondisi memprihatinkan. Anak ketiga pasangan Sopiudin dan Nurlela itu mengalami luka memar di kepalanya. 

(Baca: http://jateng.metrotvnews.com/read/2015/09/18/171118/bocah-18-bulan-tewas-dianiaya-ibu-kandung)

Luka memar pun ditemukan pada wajah dan kepala bagian belakang. Diduga, bocah 18 bulan itu mengalami pendarahan otak hingga meninggal.

Amrin, kakak kandung korban, mengatakan ibunya kerap melakukan tindakan kasar pada adiknya. "Tangannya ditarik, kemudian dilempar ke lemari atau ke lantai. Beberapa kali ditampar tanpa tahu penyebabnya," kata Amrin seperti yang disampaikan Eni, petugas Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Tiara Kabupaten Brebes.

(Baca: http://jateng.metrotvnews.com/read/2015/09/18/171129/zakiyah-kerap-dibanting-ke-lantai-oleh-ibu-kandungnya)


(RRN)