Tragedi Mina 2015

Kementerian Agama Evaluasi Tambahan Kuota Haji

Dheri Agriesta    •    Jumat, 25 Sep 2015 15:34 WIB
tragedi mina 2015
Kementerian Agama Evaluasi Tambahan Kuota Haji
Calon haji di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 27 Agustus 2015. Antara Foto/Nova Wahyudi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Agama akan mengevaluasi tawaran penambahan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah ragu Saudi bisa menjamin keselamatan jemaah haji.

Dua kejadian nahas di Makkah selama pelaksanaan haji 2015 menjadi alasan Pemerintah Indonesia mengevaluasi tawaran penambahan kuota haji. Kejadian pertama, crane di Masjidil Haram, roboh. Kedua, jamaah haji desak-desakan di perjalanan menuju Mina.

"Pasti kami akan evaluasi lagi. 20.000 jemaah bukan jumlah sedikit. Jika memang Pemerintah Arab Saudi dapat menjamin, kami berangkatkan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kementerian Agama Rosidin Karidi  di kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Jumat (24/9/2015).

Raja Salman menyampaikan penambahan kuota haji Indonesia kepada Presiden Joko Widodo. Dengan tambahan itu, Indonesia bisa memberangkatkan 230.000 calon haji mulai 2016.

(Klik: Kemenlu Tak Bisa Jamin Korban Tragedi Mina Dibawa ke Indonesia)

Rosidin tak menampik penambahan itu positif karena waktu tunggu keberangkatan jemaah dapat dipangkas.
"Tapi jika kondisinya dirasa tidak memungkinkan atau masih ada perbaikan besar yang dilakukan oleh otoritas Arab Saudi," tambahnya.

Insiden crane jatuh merenggut nyawa 11 orang dan melukai 42 orang asal Indonesia. Untuk insiden di Mina, Kamis 24 September, sementara ini menewaskan tiga warga Indonesia. Hingga saat ini, korban kejadian itu mencapai 700 orang dari beberapa negara.

Identitas korban belum jelas. Anggota Panitia Kerja Pengawasan Haji Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq menuding Pemerintah Arab Saudi menutup-nutupi kejadian ini karena tak kunjung merilis identitas korban secara resmi.

(Klik: RI Tuntut Saudi Perbaiki Pengelolaan Haji)

Maman meminta, Indonesia menyampaikan protes mengingat Indonesia negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak. "Jokowi (Presiden) harus protes keras kepada Arab Saudi, seperti dilakukan Iran," ujar Maman.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendorong negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam ikut terlibat menginvestigas insiden Mina.


(TRK)