Pemerintah Optimistis Target Kemiskinan Tercapai via Realokasi Anggaran

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 25 Sep 2015 16:04 WIB
kemiskinan
Pemerintah Optimistis Target Kemiskinan Tercapai via Realokasi Anggaran
Kepala Bappenas Sofyan Djalil (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah merevisi pertumbuhan ekonomi menjadi lebih kecil yakni sebesar 5,3 persen atau lebih rendah dibandingkan target sebelumnya sebesar 5,5 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Namun, target pembangunan khususnya tingkat kemiskinan tetap dipatok 9,0 persen sampai 10 persen.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan, tidak diubahnya target pembangunan lebih dikarenakan masalah perdebatan politis di jajaran parlemen. Namun, dengan tidak diturunkannya target kemiskinan itu sebenarnya menjadi tantangan tersendiri untuk Pemerintahan Jokowi-JK mencapainya.

"Target tersebut akan tercapai dengan cara merelokasi anggaran ke program yang paling penting," kata Sofyan, saat bincang santai bersama sejumlah wartawan, di Kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2015).

Ia berpendapat, angka kemiskinan akan berkurang secara nyata jika kualitas pertumbuhan ekonomi semakin baik. Bahkan, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi akan menciptakan lapangan kerja untuk sektiar 350 ribu tenaga kerja.

Mantan Menko Perekonomian ini yakin bila hal itu bisa tercapai melalui adanya realokasi anggaran untuk program social safety. Contoh dari program tersebut di tahun depan yakni dana desa yang bertambah menjadi Rp47 triliun yang digunakan untuk cash for work atau dapat menciptakan lapangan kerja. 

Selain itu, lanjutnya, tingkat kemiskinan akan berkurang jika mampu menciptakan insentif untuk sektor padat karya, bukan padat modal. Semua hal itu perlu dilakukan agar tingkat kemiskinan di Tanah Air semakin berkurang termasuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan secara merata.

"Kita tahu pertumbuhan ekonomi menurun menyebabkan terget yang berada di bawahnya juga bergerak ke bawah. Namun dengan realokasi anggaran yang lebih baik, kualitas pertumbuhan yang lebih baik dan tingkat pengangguran tidak akan terganggu," jelas dia.


(ABD)